Korelasi Antara Prokalsitonin dengan BTA dan GeneXpert Sebagai Penanda Kemajuan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru

BAIQ NASHA ISLAELI, - (2022) Korelasi Antara Prokalsitonin dengan BTA dan GeneXpert Sebagai Penanda Kemajuan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
012024153011 HALAMAN I.pdf

Download (992kB)
[img] Text (BAB I)
012024153011 BAB I.pdf

Download (51kB)
[img] Text (FULL TEXT)
012024153011.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: BTA dikenal sebagai metode yang dapat digunakan dalam memantau kemajuan pengobatan pada pasien TB Paru. GeneXpert MTB/RIF Assay juga dikenal sebagai alat yang efektif untuk diagnosis dan pengobatan Tuberkulosis yang cepat. Hasil pemeriksaan kedua metode tersebut dapat dipengaruhi oleh kualitas sampel sputum. Prokalsitonin diketahui menunjukkan prognostik yang baik pada akhir pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara Prokalsitonin dengan BTA dan GeneXpert sebagai penanda kemajuan pengobatan pada pasien Tuberkulosis Paru. Metode: Penelitian ini menggunakan studi cohort prospective dengan mengukur kadar Prokalsitonin, BTA, dan GeneXpert sebelum dan setelah pengobatan fase intensif. Semua data hasil pemeriksaan untuk semua variabel dianalisis secara statistik. Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari 33 pasien TB Paru. Prokalsitonin serum sebelum dan setelah pengobatan fase intensif menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0.012). Hal tersebut menunjukkan bahwa infeksi telah dihilangkan selama pengobatan sehingga kadar Prokalsitonin menunjukkan penurunan (?PCTmin-max = -0.24-0.11 ng/mL) dengan rerata ?PCT = 0.03 ng/mL. Prokalsitonin tidak berkorelasi dengan BTA dan GeneXpert (p=0.064 dan p=0.169, masing-masing) sebelum pengobatan. Hal ini menandakan bahwa infeksi yang terjadi merupakan rangsangan dari sitokin inflamasi. Prokalsitonin menunjukkan korelasi yang signifikan dengan BTA dan GeneXpert setelah pengobatan fase intensif ( p=0.013, rs = 0,427 dan p=0.023, rs = 0.395). Nilai cut- off Prokalsitonin sebesar 0.06 ng/mL memiliki nilai sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 96.2% dan 28.6%. Kesimpulan: Prokalsitonin tidak dijadikan sebagai penanda kemajuan pengobatan pada pasien TB Paru.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KD 04 - 23 Bai k
Uncontrolled Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Procalcitonin, Acid Fast Bacilli, GeneXpert, Treatment Progress
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Magister Ilmu Kedokteran Dasar
Creators:
CreatorsNIM
BAIQ NASHA ISLAELI, -NIM012024153011
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 21 Aug 2026 02:40
Last Modified: 21 Aug 2026 02:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144937
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item