Studi In Silico Aktivitas Antibakteri Senyawa Turunan Luteolin Terhadap Dna Girase Escherichia Coli Dan Penghambat Extended Spectrum Beta-Lactamase (Esbl) Ctx-M-15

Dwi Ayu Indriani, - (2022) Studi In Silico Aktivitas Antibakteri Senyawa Turunan Luteolin Terhadap Dna Girase Escherichia Coli Dan Penghambat Extended Spectrum Beta-Lactamase (Esbl) Ctx-M-15. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (324kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (99kB)
[img] Text (FULLTEXT)
051811133025.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Turunan luteolin memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap Escherichia coli. Struktur kimia luteolin mirip dengan siprofloksasin yang bekerja dengan menghambat DNA girase E. coli. Turunan luteolin yang terkandung dalam filtrat fermentasi Passiflora edulis dapat menghambat ESBL E. coli secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas in silico turunan luteolin terhadap DNA girase dan sebagai inhibitor ESBL E. coli, kemudian memprediksi profil farmakokinetik dan toksisitasnya (ADMET) untuk mengevaluasi senyawa tersebut sebagai calon obat. Metode: tiga belas turunan luteolin ditambatkan ke DNA girase (PDB ID: 1KZN) dan ESBL CTX-M-15 E. coli (PDB ID: 4HBU) menggunakan AutodockVina. Profil ADMET diprediksi dengan pkCSM online. Hasil: hampir semua turunan luteolin menunjukkan energi afinitas yang lebih rendah dibanding siprofloksasin (energi afinitas rata-rata = -7,60 kkal/mol) pada DNA girase kecuali luteolin tetrametil eter. Semua turunan luteolin menunjukkan energi afinitas yang lebih rendah daripada asam klavulanat (energi afinitas rata-rata = -6,27 kkal/mol) pada ESBL CTX-M-15. Secara umum, turunan luteolin tidak dapat memenuhi persyaratan absorbsi. Turunan glikosida luteolin yang memiliki aktivitas lebih tinggi menunjukkan absorbsi usus yang lebih rendah dan menunjukkan toksisitas AMES. Kesimpulan: Turunan luteolin memiliki aktivitas in silico yang lebih tinggi terhadap DNA girase dan ESBL E.coli dibandingkan dengan senyawa referensinya. Afinitas pengikatannya menurun ketika semua hidroksil aromatik telah digantikan oleh gugus metil. Senyawa tersebut dapat disarankan digunakan melalui rute selain pemberian oral.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FF 04 - 23 Dwi s
Uncontrolled Keywords: Turunan luteolin, Escherichia coli, DNA Gyrase, ESBL CTX-M-15, ADMET.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
Dwi Ayu Indriani, -NIM051811133025
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorNUZUL WAHYUNING DIYAH, -NIDN0028126608
Thesis advisorSISWANDONO, -NIDN0002105207
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 24 Aug 2026 07:20
Last Modified: 24 Aug 2026 07:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145025
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item