Devi Aprilia, - (2022) Uji Teratogenik Paparan Obat Anti Nyamuk Elektrik Terhadap Daya Hidup Dan Kelainan Morfologi Fetus Mencit (Mus musculus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (163kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (56kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
061811133001.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek teratogenik obat anti nyamuk elektrik pada fetus mencit (Mus musculus) yang meliputi berat badan fetus, panjang badan fetus, fetus hidup, fetus mati, dan kelainan morfologi fetus. Obat anti nyamuk elektrik yang digunakan mempunyai kandungan bahan aktif dimefluthrin 0,566% (4.2 mg/matt) yang diinhalasikan pada mencit bunting selama masa organogenesis yaitu umur kebuntingan 6-15 hari dalam kandang berukuran berukuran 45 cm x 30 cm x 15 cm. Sebanyak 30 ekor mencit bunting dibagi menjadi lima kelompok dengan masing-masing enam pengulangan yaitu kelompok kontrol (tanpa paparan obat anti nyamuk elektrik), kelompok P1 (paparan obat anti nyamuk elektrik selama 4 jam per hari), kelompok P2 (paparan obat anti nyamuk elektrik selama 6 jam per hari), kelompok P3 (paparan obat anti nyamuk elektrik selama 8 jam per hari), dan kelompok P4 (paparan obat anti nyamuk elektrik selama 10 jam per hari). Parameter yang diuji meliputi berat dan panjang fetus dianalisis menggunakan One-Way Anova dan uji lanjutan Duncan test. Fetus hidup (%) dan fetus mati (%), dan kelainan morfologis (%) dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Penelitian ini tidal ditemukan kelainan morfologi, namun ditemukan adanya hemoragi pada permukaan kulit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) pada berat dan panjang fetus, fetus hidup (%), fetus mati (%), dan hemoragi (%). Kematian fetus dan hemoragi tertinggi terdapat pada perlakuan P4.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKH. 22 - 23 Dev u | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Obat anti nyamuk elektrik, dimefluthrin, fetus, mencit, teratogenik | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture | |||||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:25 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:25 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145027 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


