Dini Wahdiya, - (2022) Kesadaran Dan Kebebasan Bereksistensi Tokoh Utama Dalam Novel Orang-Orang Gila Karya Han Gagas. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
121511133014_HALAMAN JUDUL.pdf Download (363kB) |
|
|
Text (BAB I)
121511133014_BAB I.pdf Download (313kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
121511133014_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (921kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu untuk mengungkapkan tokoh dan penokohan yang melekat pada kedua tokoh utama yang dianggap sebagai orang gila, dan untuk mendeskripsikan kesadaran serta kebebasan bereksistensi kedua tokoh tersebut. Penelitian ini menggunakan teori fiksi Robert Stanton dan dibantu dengan konsep eksistensi Jean Paul Sartre. Analisis pertama yang dilakukan adalah tokoh dan penokohan dengan menganalisis unsur karakter, alur, latar, dan sudut pandang. Lalu hasil analisis tersebut, digunakan untuk menjadi dasar analisis kesadaran dan kebebasan bereksistensi tokoh utama, dengan dibantu konsep eksistensi Sartre. Konsep yang digunakan meliputi konsep kesadaran yang mengarah pada cara mengada, dan konsep kebebasan beserta faktisitasnya. Analisis dengan bantuan konsep Sartre ini dilakukan dengan cara melihat kedua tokoh utama menghadapi lima faktisitas, yaitu tempat di mana kita berada, masa lampau, lingkungan sekitar, adanya orang lain dengan eksistensi mereka, dan maut. Adapun hasil dari penelitian ini, pada analisis tokoh dan penokohan ditemukan bahwa kedua tokoh mengalami keterasingan dari lingkungan masyarakatnya. Lalu pada analisis selanjutnya ditemukan bahwa kesadaran dan kebebasan bereksistensi kedua tokoh mengalami pertumbuhan. Pada awal cerita ditemukan bahwa kedua tokoh mengalami kesadaran yang berada pada cara mengada dalam diri (being-in-itself) atau disebut juga ?ada tak berkesadaran?, sehingga mereka bersifat massif. Pada pertengahan cerita, kesadaran kedua tokoh bertumbuh menjadi cara mengada untuk yang lain (being-for-others). Pada tahap ini, kesadaran akan eksistensi diri muncul namun kebebasannya masih terbatas karena ada eksistensi orang lain. Di akhir cerita, kesadaran kedua tokoh mencapai pada cara mengada untuk diri sendiri (being-for-itself). Kesadaran ini menyebabkan mereka memutuskan untuk tinggal jauh dari keramaian, dengan tujuan mencapai kebebasan mutlak dan eksistensi murni, serta bertanggung jawab terhadap pilihan mereka.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FIB.I.08/22 Din k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kebebasan bereksistensi, kesadaran, teori fiksi, tokoh dan penokohan. | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature | ||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 01:59 | ||||||
| Last Modified: | 26 Aug 2026 01:59 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145064 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


