HUBUNGAN OBESITAS DAN LUARAN KLINIS GAGAL JANTUNG DEKOMPENSASI AKUT

ALVIYATUL AININ NUVUS, - (2022) HUBUNGAN OBESITAS DAN LUARAN KLINIS GAGAL JANTUNG DEKOMPENSASI AKUT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911133054 HALAMAN I.pdf

Download (824kB)
[img] Text (BAB I)
011911133054 BAB I.pdf

Download (44kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133054.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Pendahuluan: Obesitas menjadi faktor resiko independen yang meningkatkan timbulnya gagal jantung namun memiliki hubungan yang berlawanan dengan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dan luaran klinis gagal jantung dekompensasi akut di RSUD Dr. Soetomo. Metode: Studi ini merupakan studi observasional analitik menggunakan rancangan kohort prospektif. Pasien yang diambil adalah pasien gagal jantung dekompensasi akut yang dirawat inap di RSUD Dr. Soetomo dari Desember 2021 hingga Juli 2022 menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis hubungan untuk menjawab hipotesis penelitian dilakukan dengan uji spearman dan uji fisher exact. Hasil Penelitian: Sebanyak 58 pasien menunjukkan kelompok individu dengan rata-rata usia 55 tahun dan didominasi pasien pria (58.6%). Pada pasien didapatkan indeks massa tubuh normal (39.7%), obesitas (39.7%); riwayat penyakit dahulu hipertensi dan diabetes mellitus (43.1%); keluhan utama dispnea (89.7%); pengobatan diuretik (98.3%); tanda vital normal. Selain itu, pasien dengan indeks massa tubuh normal didapatkan lebih tua, penyakit terkait obesitas lebih umum terjadi, gejala lebih sering muncul dan mendapatkan pengobatan lebih banyak. Didapatkan rerata lama rawat pasien 7 hari; angka rehospitalisasi 30 hari setelah keluar rumah sakit 13.8%; angka mortalitas karena semua penyebab saat dirawat dan dalam 30 hari setelah keluar rumah sakit 10.3%. Dengan uji spearman dan fisher exact didapatkan hasil bahwa obesitas tidak berpengaruh terhadap kejadian durasi rawat inap yang lebih lama (p=0.825), angka rehospitalisasi (p=0.458) dan mortalitas karena semua penyebab (p=0.673) 30 hari setelah keluar rumah sakit yang lebih tinggi. Kesimpulan: Pada pasien gagal jantung dekompensasi akut yang obesitas didapatkan luaran klinis berupa durasi rawat inap yang lebih pendek, angka rehospitalisasi dan angka mortalitas karena semua penyebab yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang tidak obesitas (IMT?25kg/m^2), akan tetapi tidak signifikan secara statistik. Kata Kunci: Obesitas, Gagal Jantung Akut, Lama Rawat Inap, Rehospitalisasi, Mortalitas

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 161 - 23 Alv h
Uncontrolled Keywords: Obesity, Acute Decompensated Heart Failure, Length of Stay, Rehospitalization, Mortality
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
Creators:
CreatorsNIM
ALVIYATUL AININ NUVUS, -NIM011911133054
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorANDRIANTO, -NIP196903262002121008
Thesis advisorSONY WIBISONO, -NIP196210181989011002
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 26 Aug 2026 03:49
Last Modified: 26 Aug 2026 03:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145091
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item