Pengaruh Parameter Proses Elektrospinning dalam Pembuatan Scaffold Nanofiber Berbasis Polycaprolactone/Kolagen/Elastin untuk Atasi Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL)

AINI SALSABIELA (2022) Pengaruh Parameter Proses Elektrospinning dalam Pembuatan Scaffold Nanofiber Berbasis Polycaprolactone/Kolagen/Elastin untuk Atasi Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
081811733028_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
081811733028_BAB I.pdf

Download (693kB)
[img] Text (FULLTEXT)
081811733028_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kasus cedera lutut sering terjadi pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). ACL memiliki respon penyembuhan yang sangat buruk setelah cedera. Diketahui bahwa scaffold untuk rekonstruksi ACL masih ditemukan kegagalan akibat memiliki sifat mekanik yang lebih rendah dibandingkan ACL asli. Oleh karena itu, berbagai penelitian dilakukan untuk menghasilkan ACL tiruan dengan sifat biomekanik yang menyerupai ACL asli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi parameter proses elektrospining dengan menggunakan polycaprolactone (PCL), kolagen (Col), dan elastin (E) untuk menghasilkan scaffold nanofiber ACL yang optimal. Parameter proses terdiri dari variasi tegangan yaitu 25kV, 27kV, 29kV dan variasi jarak antar jarum ke kolektor yaitu 6 cm, 10 cm dan 14 cm. Hasil uji Fourier Transform Infrared (FTIR) berhasil membuktikan adanya gugus fungsi PCL, kolagen dan elastin. Berdasarkan hasil karakterisasi yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin rendah tegangan dan jaraknya maka semakin kecil ukuran diameter fiber yang dihasilkan yaitu pada rentang 25 – 375 nm. Semakin tinggi tegangan dan jarak dihasilkan nilai UTS dan modulus young yang semakin tinggi yaitu berturut-turut pada rentang 0,856 – 6,032 MPa dan 5,497 – 23,788 MPa. Semua sampel bersifat hidrofilik dan persentase porositas di antara 82% – 87% serta memiliki waktu degradasi lebih lama dibandingkan waktu pemulihan ACL pasca operasi. Sampel B1 PCL/Col/E pada tegangan 27 kV dan jarak 14 cm merupakan parameter paling optimal dalam pembuatan scaffold nanofiber ACL ditinjau dari ukuran fiber rata-rata 136,0 ± 63,0 nm, nilai UTS 6,032 ± 1,204 MPa, modulus young 23,788 ± 6,003 MPa, nilai persentase sel hidup 92,595 ± 3,446 % dan waktu degradasi sekitar 8,33 bulan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FST.TB 17 - 23 Ain p
Uncontrolled Keywords: ACL, collagen, the distance between needle to the collector, elastin, electrospinning, PCL, process parameters, scaffold nanofiber, voltage.
Subjects: Q Science > QC Physics > QC1 Physics (General)
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Fisika
Creators:
CreatorsNIM
AINI SALSABIELANIM 081811733028
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAMINATUNNIDN196810281993032003
Thesis advisorSISWANTONIDN196403051989031003
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 27 Aug 2026 04:16
Last Modified: 27 Aug 2026 04:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145152
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item