STRATEGI CITY BRANDING “MADIUN KOTA PENDEKAR” DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS KOTA

WINNY WAHYU HUTAMI (2022) STRATEGI CITY BRANDING “MADIUN KOTA PENDEKAR” DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS KOTA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
071724853006_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (995kB)
[img] Text (BAB I)
071724853006_BAB I.pdf

Download (607kB)
[img] Text (FULLTEXT)
071724853006_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana strategi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Madiun untuk membentuk identitas baru Kota Madiun sebagai Madiun Kota Pendekar. Kata “Pendekar” merupakan akronim dari pintar, melayani, membangun, peduli, terbuka. Akronim tersebut merupakan bagian dari program Panca Karya Walikota Madiun. Strategi city branding yang diterapkan Pemerintah Kota Madiun diarahkan untuk membentuk identitas Kota Madiun sebagai kota pendekar. Identitas suatu kota atau daerah juga dapat menjadi salah satu strategi pemasaran atau promosi untuk menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kota atau daerah. Untuk mendukung program city branding Madiun Kota Pendekar, pemerintah Kota Madiun melibatkan berbagai elemen masyarakat yang ada juga mewadahi dan memfasilitasi pembentukan Paguyuban Pencak Silat Madiun yang berdiri pada tanggal 3 Oktober 2013. Paguyuban itu sendiri ditandatangi dan disepakati oleh 11 organisasi dan perguruan pencak silat yang ada di wilayah Kota Madiun. Metode analisis yang digunakan yaitu tahapan city branding oleh Wheeler dimana dijelaskan bahwa harus melalui lima tahapan dalam pembentukan sebuah branding, yaitu conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoint dan managing assets. Dalam implementasinya tahapan-tahapan tersebut terintegrasi dengan smart city yang terdiri dari enam pilar yaitu smart environment, smart economy, smart branding, smart government, smart society, smart living. Selain itu jg menggunakan teori identitas kota oleh Lynch (1960) mengatakan bahwa identitas kota adalah citra yang terbentuk dari ritme biologis ruang dan tempat yang mencerminkan waktu dimana hal tersebut ditumbuhkan dari dalam akar oleh aktivitas ekonomi, sosial dan budaya masyarakat sendiri. Identitas juga bisa dikatakan sebuah proses yang bukan hanya benda temuan yang direkayasa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sesuai dengan realitanya, pemerintah Kota Madiun kembali mengubah city branding Kota Madiun menjadi Madiun Kota Pendekar sebagai identitas baru. Hasil dari analisis yang dalam penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu untuk merumuskan city branding pemerintah Kota Madiun melakukan riset yang salah satunya melibatkan perguruan pencak silat, penyusunan strategi dengan meumuskan RPJMD, memunculkan identitas melalui logo, melakukan kegiatan promosi dengan program kerja dan mengelola dan merawat aset baik yang tampak secara fisik dan warisan budaya pencak silat itu sendiri.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 T.FISIP.MK 15 - 23 Win s
Uncontrolled Keywords: City branding, Pendekar, Madiun city, City identity
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Media dan Ilmu Komunikasi
Creators:
CreatorsNIM
WINNY WAHYU HUTAMINIM071724853006
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSANTI ISNAININIDN197709202005012001
Thesis advisorANDRIA SAPTYASARINIDN197212301998022001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 28 Aug 2026 01:49
Last Modified: 28 Aug 2026 01:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145173
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item