Maulana Bagus Adi Cahyono, - (2022) PERBEDAAN PENGARUH TIPE LATIHAN AEROBIK, RESISTANCE, DAN KOMBINASI INTENSITAS SEDANG TERHADAP KADAR IL-6 SERUM PADA WANITA OBESITAS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911133025 HALAMAN I.pdf Download (226kB) |
|
|
Text (BAB I)
011811133102 BAB I.pdf Download (46kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911133025.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Obesitas didefinisikan sebagai kondisi berat badan yang tidak proporsional terhadap tinggi badan dengan akumulasi jaringan adiposa yang berlebihan, diikuti dengan peningkatan kadar serum IL-6 sebagai penanda antiinflamasi yang berperan penting dalam inflamasi derajat rendah kronis. Beberapa penelitian menemukan bahwa latihan fisik, baik aerobik, resistensi, atau gabungan (aerobik & resistensi), dapat menurunkan kadar serum IL-6 pada populasi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan dan perbedaan kadar IL-6 serum sebelum dan sesudah intervensi latihan fisik menggunakan tiga jenis latihan, aerobik, resistensi, dan kombinasi (aerobik & resistensi) pada wanita obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental design dengan randomized pretest-posttest control group. Data karakteristik subjek (umur, BB, BH, IMT, FFM, SMM, SBP, DBP, RHR, SpO2) diukur terlebih dahulu dan telah menunjukkan keadaan awal yang sama pada setiap kelompok dan sesuai dengan kriteria inklusi. Latihan fisik dilakukan selama empat minggu (setiap minggu 3 kali) dengan total 32 wanita obesitas berusia 20-24 tahun, masing-masing dibagi menjadi empat kelompok, kontrol, aerobik, resistensi, dan latihan gabungan, dengan intensitas sedang. Sampel darah diambil sebelum dan sesudah intervensi untuk mengukur perubahan kadar adiponektin serum. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 17 (Chicago, IL, USA). Hasil: Terdapat penurunan kadar IL-6 serum yang signifikan (p?0.05) dari pre-test ke post-test pada aerobik (507,9913 ± 169,49 pg/mL vs 71,3825 ± 15,26 pg/ mL), resistensi (545,1800 ± 179,1 pg/mL vs 209,0788 ± 81,09 pg/mL), dan gabungan (569,2876 ± 113,81 pg/mL vs 20,3363 ± 13,19 pg /mL), dengan tingkat pengurangan terendah terjadi pada kelompok latihan gabungan. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa latihan fisik khususnya kombinasi latihan aerobik dan latihan ketahanan dapat digunakan sebagai pengobatan obesitas dengan intervensi latihan fisik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 167 - 23 Mau p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Obesity; Women; IL-6; Aerobic Exercise; Resistance Exercise; Combined Exercise. | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC1200 Sports Medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 08:14 | |||||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 08:14 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145221 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


