OKTAVIA RIZKY AMALIA (2022) Kekerasan dan Eksploitasi Terhadap Anak pada Keluarga Bercerai. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811433064_HALAMAN JUDUL.pdf Download (718kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811433064_BAB I.pdf Download (968kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811433064_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Maraknya kasus kekerasan pada anak membuat studi yang membahas tentang masalah sosial anak penting untuk dilakukan pada ranah kajian ilmu sosial, khususnya dalam bidang sosiologi. Permasalahan kekerasan pada anak – anak merupakan suatu realitas yang banyak terjadi di masyarakat, terlebih pada kehidupan masyarakat yang tinggal di perkotaan seperti Surabaya. Kekerasan pada anak merupakan suatu kondisi di mana anak mendapat tindak kekerasan secara fisik, psikis, seksual, maupun tindakan eksploitasi secara ekonomi yang dilakukan dengan maksud tertentu. Tindakan ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Studi tentang kekerasan dan eksploitasi pada anak ini fokus pada tindak kekerasan yang dilakukan oleh orangtua pada keluarga bercerai dan bagaimana anak menghadapi kehidupannya setelah menerima tindak kekerasan. Studi ini menggunakan kerangka teori eksploitasi anak oleh Terry E. Lawson dan teori kekuasaan miliki Foucault untuk menganalisis tindak kekerasan anak yang terjadi dalam keluarga yang bercerai dengan kriteria informan yaitu anak – anak yang pernah atau sedang mengalami kekerasan oleh orangtuanya. Teknik pengumpulan data pada studi ini menggunakan metode purposive dengan mengambil sepuluh informan utama dan satu informan pendukung. Hasil dari penelitian ini adalah anak – anak banyak mengalami kekerasan secara ekonomi karena disebabkan oleh penurunan kualitas ekonomi pada keluarga pasca perceraian sehingga mereka turut serta membantu orangtuanya dengan cara menjadi pekerja anak. Tidak hanya itu, anak – anak juga menerima tindak kekerasan verbal dan emosional karena orangtua yang telah bercerai tidak mampu untuk memenuhi hak anak – anak mereka. Kondisi seperti ini lah yang membuat kualitas kehidupan anak – anak menurun pasca perceraian, hingga yang terparah adalah anak memutuskan untuk berhenti sekolah karena ingin bekerja untuk membantu orangtuanya yang menjadi orangtua tunggal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.S 60 - 23 Okt k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Divorce, Child Abuse, Family | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ811-960.7 Divorce | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 01:37 | ||||||
| Last Modified: | 31 Aug 2026 01:37 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145234 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


