AGUNG DEWI SEKAR LANGIT PARTHA (2022) PERBANDINGAN AKTIVITAS IN VITRO FLUKONAZOL ITRAKONAZOL DAN VORIKONAZOL TERHADAP Candida albicans DENGAN TIME-KILL ASSAY. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
012015653147_HALAMAN JUDUL.pdf Download (12MB) |
|
|
Text (BAB I)
012015653147_BAB I.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
012015653147_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Meningkatnya risiko infeksi jamur invasif disertai dengan rendahnya penemuan obat antijamur baru dan kemunculan jamur resisten. Golongan azol, merupakan antijamur yang paling sering digunakan Tingginya penggunaan azol untuk terapi jangka panjang dan untuk profilaksis rentan menimbulkan resistensi. Penggunaan antijamur untuk agrikultur memunculkan reservoir patogen resisten di lingkungan. Maka diperlukan suatu evaluasi aktivitas antijamur azol terhadap Candida albicans khususnya untuk isolat yang berasal dari Rumah Sakit Dr Soetomo. Objektif: Untuk mengetahui pengaruh paparan antijamur flukonazol, itrakonazol, dan vorikonazol pada laju pertumbuhan Candida albicans. Metode: Penelitian ini menggunakan isolat klinis tersimpan dan isolat ATCC C. albicans. Larutan antijamur dibuat dengan konsentrasi 1x, 4x, dan 16x MIC. Larutan antijamur kemudian dicampur dengan larutan jamur yang mengandung koloni kurang lebih sebesar 1-5 x105. Larutan uji tersebut kemudian diinkubasi, pada jam ke-0, 2, 4, 8, 12, 24, dan 48 larutan uji diinokulasi pada media saboroud dextrose. Jumlah koloni yang tumbuh dihitung setelah diinkubasi selama 24 jam. Jumlah koloni yang tumbuh setiap jam pengamatan dimasukkan dalam grafik time-kill curve. Hasil: Antijamur flukonazol, itrakonazol, dan vorikonazol menunjukkan aktivitas fungistatis terhadap isolat klinis dan ATCC C. albicans. Terdapat perbedaan yang siginifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok antijamur, namun tidak terdapat perbedaan yang siginifikan di antara kelompok antijamur. Kesimpulan: Antijamur flukonazol, itrakonazol, dan vorikonazol menghambat pertumbuhan C. albicans secara setara. Penghambatan maksimal secara in vitro terjadi setelah 12 jam pemaparan antijamur.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 29 - 23 Agu p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Time-kill assay, Candida albicans, azole antifungal | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 01:27 | |||||||||
| Last Modified: | 03 Sep 2026 01:27 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145368 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


