ADINDA NABILA SAHERA, - (2022) Pengaruh Manitol Sebagai Lioprotektan Terhadap Karakteristik Fisik Dan Stabilitas Misel Hesperetin Dalam Kombinasi TPGS-Poloksamer P84 Pada Proses Freeze-Drying. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (160kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (58kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051811133148.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Hesperetin (3’,5,7-trihydroxy-4’-methoxy flavanone) merupakan salah satu senyawa antikanker, yang diketahui dapat menghambat proliferase dan menginduksi apoptosis pada sel tumor. Namun meskipun memiliki aktivitas biologis yang baik, kelarutan hesperetin dalam air sangat rendah dan memiliki bioavailabilitas yang kurang baik. Diketahui kelarutan hesperetin dalam air sebesar 15,72 ± 0,58 ?g/mL, sehingga untuk mengatasi hal ini maka digunakan misel polimer. Misel polimer paling umum digunakan dalam sistem penghantaran obat untuk meningkatkan kelarutan, pengiriman obat terkontrol, dan penargetan obat. Misel polimer yang digunakan pada penelitian ini adalah kombinasi TPGS dan Poloksamer P84. Berdasarkan penelitian sebelumnya mengenai pengaruh perbandingan TPGS dan poloksamer P84 terhadap karakteristik fisik dan stabilitas misel kombinasi diperoleh perbandingan sistem misel kombinasi TPGS:poloksamer paling optimal adalah 1:4 dan pada penelitian sebelumnya juga didapatkan konsentrasi hesperetin yang stabil dimuat dalam sistem misel kombinasi TPGS-Poloksamer P84 1:4 adalah sebesar 4%. Namun produk akhir misel yang berbentuk cair, memiliki stabilitas penyimpanan yang rendah karena dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan perubahan karakteristik fisik. Untuk mendapatkan formulasi yang stabil dalam jangka waktu lama dan menjaga karakteristik fisik dari misel, maka pada penelitian ini sistem misel tersebut disolidifikasi dengan metode freeze-drying yaitu merubah bentuk misel menjadi bentuk padatan melalui proses pengeringan. Namun selama proses freeze drying ini, dapat menyebabkan stress atau tekanan yang besar, sehingga nanopartikel menjadi tidak stabil. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut digunakan lioprotektan untuk mencegah degradasi selama freeze-drying dan juga selama penyimpanan. Salah satu lioprotektan yang digunakan pada penelitian ini adalah manitol. Manitol sebagai lioprotektan diketahui memiliki kemampuan menghasilkan sediaan kering yang mudah untuk di rekonstitusi kembali dan menghasilkan ukuran partikel yang baik. Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukan penelitian nanopartikel misel hesperetin kombinasi TPGS-Poloksamer P84 dengan membuat empat formula yaitu tanpa manitol (F1), 5% manitol (F2), 7,5% manitol (F3), 10% manitol (F4). Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh penggunaan manitol sebagai lioprotektan pada sistem misel hesperetin kombinasi TPGS-poloksamer P84 maka dilakukan evaluasi karakteristik fisik yaitu ukuran partikel, efisiensi penjebakan dan pemuatan obat. Selain itu, dilakukan evaluasi uji stabilitas penyimpanan hasil solidifikasi freeze drying sistem misel yang diamati pada suhu 25? selama 28 hari. Kemudian sampel direkonstitusi dan diamati kemampuan redispersibilitas serta kejernihan sampel secara visual, selanjutnya dilakukan pengamatan ukuran partikel misel, efisiensi penjebakan dan pemuatan obat setelah proses freeze drying. Penentuan ukuran partikel sebelum freeze drying dilakukan dengan menggunakan Dynamic Light Scattering (DLS). Berdasarkan hasil pemeriksaan ukuran partikel, dapat diketahui bahwa sistem misel hesperetin memiliki ukuran partikel dengan rentang 15,47 – 16,50 nm, hasil juga menunjukkan bahwa ukuran partikel tidak dipengaruhi oleh peningkatan konsentrasi lioprotektan manitol. Pengujian karakteristik fisik berikutnya adalah efisiensi penjebakan dan pemuatan hesperetin. Pada keempat formula terjadi peningkatan efisiensi penjebakan yaitu pada rentang 80,53% – 97,53% dan pemuatan hesperetin pada F1 sebesar 3,35%, F2 sebesar 3,98%, namun terjadi penurunan pemuatan hesperetin pada F3 sebesar 3,85% dan F4 sebesar 3,81%. Selanjutnya pada pengamatan stabilitas hasil solidifikasi freeze drying sistem misel hesperetin dalam kombinasi TPGS – Poloksamer P84 menunjukkan hasil uji kemampuan redispersibilitas pada formula 4 dengan 10% manitol memberikan waktu redispersi yang lebih cepat yaitu selama 10 menit 30 detik dibandingkan dengan formula lainnya. Selanjutnya hasil pengamatan ukuran partikel tiap 7 hari selama 28 hari, diketahui bahwa ukuran partikel pada keempat formula sistem misel hesperetin dalam kombinasi TPGS-Poloksamer P84 memiliki rentang ukuran partikel antara 14,97 – 17,10 nm dan diketahui bahwa rata-rata ukuran partikel sesudah liofilisasi mendekati ukuran partikel sebelum dilakukan liofilisasi. Ini menunjukkan bahwa penyimpanan sistem misel dalam bentuk padat dapat meningkatkan stabilitas penyimpanan produk ditandai dengan sistem misel yang tidak mengalami agregasi partikel atau peningkatan ukuran partikel. Berdasarkan hasil pengamatan efisiensi penjebakan dan pemuatan obat pada sistem misel TPGS-Poloksamer P84 setelah liofilisasi dapat diketahui bahwa terjadi penurunan efisiensi penjebakan yaitu pada rentang 67,14% – 87,63% dan pemuatan hesperetin pada rentang 3,00% – 3,42% dibandingkan dengan sebelum di liofilisasi. Namun pada hasil penelitian dapat diketahui pula bahwa efisiensi penjebakan dan pemuatan obat dapat ditingkatkan dengan meningkatkan konsentrasi larutan lioprotektan manitol. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh manitol sebagai lioprotektan pada karakteristik fisik dan stabilitas sistem misel hesperetin dalam kombinasi TPGS-Poloksamer P84 dapat diketahui bahwa F4 (10% manitol) merupakan formula yang terbaik ditandai dengan nilai efisiensi penjebakan dan pemuatan obat yang baik, ukuran partikel yang dihasilkan kecil, dan kemampuan redispersibilitas yang cepat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 32 - 23 Adi p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hesperetin, TPGS, Poloksamer P84, manitol, freeze drying | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica | ||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > S1 Farmasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 06:27 | ||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 06:27 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145429 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


