Achmad Ghiffari, - (2022) Self-Disclosure sebagai Upaya Pemulihan Individu pasca Pengalaman menjadi Ghostee. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
071911533070 HALAMAN I.pdf Download (297kB) |
|
|
Text (BAB I)
071911533070 BAB I.pdf Download (110kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
071911533070.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berfokus pada bagaimana self-disclosure dilakukan sebagai upaya bagi ghostee untuk memulihkan diri. Self-disclosure dapat diartikan sebagai upaya untuk mengkomunikasikan pengalamannya sebagai ghostee. Peneliti mencari tahu mengapa ghostee memilih self-disclosure sebagai upaya pemulihan dengan cara self-disclosure, kepada siapa saja self-disclosure dilakukan, seberapa sering, sejauh mana informasi yang diberikan, bagaimana respon yang diterima, dan apa yang dirasakan oleh ghostee. Latar belakang penelitian ini adalah pengalaman ghostee dalam memulihkan diri. Diketahui bahwa ghostee merasakan dampak buruk dari kejadian ghosting sehingga upaya yang dipilih untuk memulihkan diri adalah self-disclosure. Peneliti berusaha untuk fokus pada proses komunikasi selama self-disclosure berlangsung kepada orang-orang yang dipercaya oleh korban ghosting. Hal ini menarik untuk diteliti sebab ghosting merupakan sebuah tindakan untuk mengakhiri hubungan tanpa ada bentuk komunikasi kepada pasangannya. Artinya, individu yang menjadi korban ghosting akan ditinggalkan tanpa penjelasan sama sekali. Hal tersebut membuat ghostee, sebutan bagi korban ghosting, merasakan trauma secara fisik maupun mental. Ghostee pun harus pulih dari kondisi tersebut dengan trauma yang dialami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah individu yang pernah menjadi ghostee atau korban ghosting, sedang mengalami proses pemulihan pasca ghosting, dan melakukan self-disclosure kepada orang lain sebagai upaya untuk pemulihan diri. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan in-depth interview. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa informan memiliki pengalaman yang beragam dari self-disclosure yang dilakukan kepada pendengar mulai dari apa alasan untuk melakukan self-disclosure, seberapa sering, dalam, dan luas self-disclosure yang dilakukan, respon yang diterima, dan apa yang mereka rasakan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.K 69 - 23 Ach s | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | self-disclosure, ghosting, pemulihan diri | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) > H1-99 Social sciences (General) | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | ||||||
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 07:18 | ||||||
| Last Modified: | 04 Sep 2026 07:18 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145446 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


