Tatalaksana Bedah dan Non Bedah Penyakit Jantung Bawaan pada Anak di RSUD Dr. Soetomo

REIDO DAFA ANNAFIS, - (2022) Tatalaksana Bedah dan Non Bedah Penyakit Jantung Bawaan pada Anak di RSUD Dr. Soetomo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (172kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (44kB)
[img] Text (FULLTEXT)
KKA KK S.FK.D 13 - 23 Rei t.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: PJB (Penyakit Jantung Bawaan) masih merupakan penyakit berbahaya yang menyebabkan tingginya angka kematian bayi di dunia. Saat ini, ada dua kelompok tindakan untuk mengobati penyakit jantung bawaan, manajemen bedah dan manajemen non-bedah. Penelitian ini membahas tentang Profil Klinis Lama Perawatan Pasca Operasi pada Pasien Penyakit Jantung Bawaan Anak Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada pasien anak penyakit jantung bawaan dengan intervensi bedah dan non bedah. Dalam penelitian ini kami menggunakan rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Tujuan: Penelitian ini menggambarkan durasi perawatan pasca operasi pada pasien penyakit jantung bawaan anak. Hasil: Jumlah pasien dalam penelitian ini adalah 40 pasien anak dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 52,50% dengan angka kematian lebih tinggi pada pasien penyakit jantung bawaan dengan perawatan bedah (16,6%). Sebagian besar penderita PJB pada anak dengan pengobatan bedah dan non bedah terdiagnosis pada kelompok usia bayi (0-5 tahun), yaitu 31 pasien (77,50%) dengan 5 pasien pengobatan bedah dan 26 pasien pengobatan non bedah. Mayoritas pasien penyakit jantung bawaan dengan manajemen bedah dan non bedah dalam status gizi baik (60,00%). Sebagian besar kasus penyakit jantung bawaan sianotik adalah tetralogi fallot (50%) dengan semua kasus dirawat dengan kateterisasi jantung untuk perawatan non-bedah, nol kasus perawatan bedah, dan 5 kasus tanpa perawatan bedah atau non-bedah. Kasus sianotik adalah ASD (28,56) dengan 4 kasus kateterisasi jantung, 2 kasus dirawat dengan alat ASO, dan 1 kasus dengan penutupan ASD sebagai perawatan bedah. Durasi rawat inap setelah prosedur lebih pendek pada status gizi baik (3,2 hari) baik pada perawatan bedah maupun non-bedah sedangkan durasi yang lebih singkat setelah prosedur juga muncul pada kasus penyakit jantung bawaan dengan perawatan non-bedah (4,25 hari). Kesimpulan: Pasien PJB dengan perawatan non-bedah memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan pasien dengan perawatan bedah. Sebagian besar kasus PJB adalah TOF untuk sianotik dan ASD untuk sianotik dengan tingkat kematian yang lebih tinggi dalam perawatan bedah. Status gizi baik ditemukan pada kedua perlakuan PJB. Sebagian besar pasien PJB dengan perawatan bedah dan non-bedah adalah bayi, perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 13 - 23 Rei t
Uncontrolled Keywords: PJB; Bedah; non-bedah; pediatri; Durasi Perawatan
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
REIDO DAFA ANNAFIS, -NIM011811133118
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorI KETUT ALIT UTAMAYASA, --
Thesis advisorHEROE SOEBROTO, --
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 08 Sep 2026 02:42
Last Modified: 08 Sep 2026 02:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145542
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item