Evelyn Leonardo Kosasih, - (2022) Studi Penggunaan Obat Epilepsi Pada Pasien Epilepsi di Masa Pandemi Covid-19 (Studi dilakukan di Rumah Sakit Universitas Airlangga). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (403kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf Download (45kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051811133200.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Epilepsi adalah penyakit saraf yang paling umum mempengaruhi orang-orang dari berbagai status sosial. Terapi utama epilepsi dengan AED bertujuan untuk untuk mencegah terjadinya kejang tanpa menyebabkan efek samping yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Bila tidak ditangani, epilepsi dapat menyebabkan berbagai masalah yang serius, baik pada kesehatan maupun sosial ekonomi. Pandemi COVID-19 memberikan dampak langsung dan tidak langsung pada pelayanan terapi epilepsi. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengkaji penggunaan obat epilepsi dan tingkat kepatuhan pasien epilepsi untuk kontrol selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang dilaksanakan dengan desain metode cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif pada periode 01 November 2019 – 31 Desember 2021 dengan total sampel 147 rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 tidak memberikan dampak yang begitu besar terhadap kepatuhan pasien untuk kontrol berobat ke rumah sakit. Penggunaan obat antiepilepsi di Rumah Sakit Airlangga sebagian besar sudah sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dan hanya ada beberapa pasien yang memiliki pengobatan yang tidak sesuai dengan pedoman. AED yang paling banyak digunakan adalah fenitoin (52,38%) dengan kebanyakan pasien menerima dosis 3 x 100 mg (88,31%). Terdapat beberapa pasien yang menerima terapi dibawah dosis lazim karena pasien tersebut sedang menjalani tappering off AED mereka. Terdapat banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan pilihan obat antiepilepsi yang tepat untuk terapi pasien agar pasien dapat mendapatkan hasil yang terbaik dengan efek samping sekecil mungkin.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 44 - 23 Eve s | ||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | antiepilepsi, pandemi COVID-19, kunjungan rumah sakit, data klinis | ||||||||||||
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica | ||||||||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > S1 Farmasi | ||||||||||||
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||||||||
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 01:10 | ||||||||||||
| Last Modified: | 09 Sep 2026 01:10 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146003 | ||||||||||||
| Sosial Share: | |||||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


