Profil Terapi Antituberkulosis pada Pasien Tuberkulosis dengan Diabetes Melitus

SIENNY DEWI HERMI, - (2022) Profil Terapi Antituberkulosis pada Pasien Tuberkulosis dengan Diabetes Melitus. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (328kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (44kB)
[img] Text (FULLTEXT)
051811133196.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M.tb.). Orang dengan kondisi kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita diabetes mellitus (DM) lebih rentan terhadap infeksi TB. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengkaji profil terapi antituberkulosis pada pasien TB paru dengan DM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan data retrospektif selama periode 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Januari 2020 yang dilakukan di poliklinik DOTS Rumah Sakit Universitas Airlangga. Sampel yang digunakan adalah rekam medis pasien dewasa (di atas 18 tahun) yang terdiagnosis tuberkulosis paru dan diabetes melitus yang mendapat terapi antituberkulosis dan diperoleh rekam medis pasien sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antituberkulosis yang paling banyak digunakan adalah kombinasi dosis tetap (FDC) (93,8%) dan kombinasi khusus (6,4%). Kombinasi khusus diberikan pada pasien dengan kondisi khusus seperti hipersensitivitas terhadap antituberkulosis. Pengobatan anti diabetes yang diberikan pada pasien TB-DM adalah insulin (62,5%) dan obat hipoglikemik oral (37,5%). Kontrol diabetes pasien diukur dengan nilai kadar glukosa selama pengobatan. Regimentasi dosis antituberkulosis yang diberikan pada pasien DM terkontrol dan tidak terkontrol selama fase intensif dan fase lanjutan adalah 2 – 5 tablet FDC. Identifikasi masalah terkait obat selama pengobatan tidak dapat diamati. Setelah mendapatkan regimen terapi, sebagian besar pasien TB dengan diabetes terkontrol menyelesaikan pengobatan (26,1%) dengan lama pengobatan 6 bulan (17,4%) sedangkan pasien dengan diabetes tidak terkontrol menyelesaikan pengobatan (34,8%) dengan durasi pengobatan lebih dari 6 bulan (39,1%).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FF 48 - 23 Sie p
Uncontrolled Keywords: antituberkulosis, tuberkulosis paru, diabetes melitus, kombinasi dosis tetap, kadar gula
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
SIENNY DEWI HERMI, -NIM051811133196
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorTUTIK ARYANI, --
Thesis advisorPRASTUTI ASTA WULANINGRUM, --
Thesis advisorSAMIRAH, --
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 10 Sep 2026 02:11
Last Modified: 10 Sep 2026 02:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146122
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item