VANDARISTYA PANTRISTI ARDANI (2022) Pengaruh Cryotherapy terhadap Ekspresi Tumor Necrosis Factor-Alfa dan Interleukin-6 pada Keratitis Jamur Aspergillus flavus (Studi Eksperimental pada Rattus norvegicus). Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
012015653002_HALAMAN JUDUL.pdf Download (555kB) |
|
|
Text (BAB I)
012015653002_BAB I.pdf Download (172kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
012015653002_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Keratitis jamur masih menjadi tantangan di bidang kesehatan mata mengingat angka kejadian yang semakin tinggi dan kemungkinan komplikasi yang dapat menyebabkan kebutaan. Penegakan diagnosis dan pemberian terapi secara dini pada keratitis jamur sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang mengancam penglihatan. Cryotherapy dapat menjadi modalitas terapi alternatif yang aman dan tidak invasif untuk keratitis jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek cryotherapy terhadap proses penyembuhan luka kornea pada tikus model keratitis Aspergillus flavus melalui pemeriksaan ekspresi TNF-? dan IL-6 secara imunohistokimia. Metode: Dilakukan penyuntikan Aspergillus flavus secara intrastromal pada kornea mata kanan tikus sebanyak 35 ekor sehingga terbentuk keratitis jamur, kemudian dibagi menjadi lima kelompok: kelompok baseline, kelompok kontrol negatif, kelompok Natamycin, kelompok cryotherapy dan kelompok terapi kombinasi. Terapi diberikan pada hari kelima setelah injeksi jamur. Empat hari setelah terapi, dilakukan pengangkatan bola mata (enukleasi) kemudian dilakukan pemeriksaan imunohistokimia untuk mengukur ekspresi TNF-? dan IL-6. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ekspresi TNF-? dan IL-6 dengan skor IRS tertinggi didapatkan pada kelompok baseline. Tidak didapatkan perbedaan yang signifikan pada intensitas ekspresi TNF-? antara kelima kelompok (p= 0,166). Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada intensitas ekspresi IL-6 antara kelima kelompok (p= 0,027). Kemudian dilakukan uji Mann-Whitney dan didapatkan perbedaan yang signifikan antara kelompok baseline dengan kelompok kontrol negatif (p= 0,025); kelompok baseline degan kelompok natamycin (p= 0,021); dan kelompok baseline dengan kelompok terapi kombinasi (p= 0,016). Kesimpulan: Didapatkan penurunan ekspresi IL-6, namun tidak didapatkan penurunan ekspresi TNF-? pada keratitis jamur Aspergillus flavus setelah dilakukan cryotherapy.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 106 - 23 Van p | ||||
| Uncontrolled Keywords: | cryotherapy, fungal keratitis, Aspergillus flavus, TNF-?, IL-6 | ||||
| Subjects: | R Medicine R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer) |
||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 06:10 | ||||
| Last Modified: | 11 Sep 2026 06:10 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146255 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


