HUBUNGAN ANTARA TINGGI DISKUS INTERVERTEBRALIS DENGAN DERAJAT DEGENERATIF PFIRRMANN (Pada Pasien Penyakit Degeneratif Lumbal Yang Dilakukan Tindakan Pembedahan Di RSUD Dr. Soetomo Periode Tahun 2016-2021)

ENDRA WIBISONO HARMAWAN, - (2022) HUBUNGAN ANTARA TINGGI DISKUS INTERVERTEBRALIS DENGAN DERAJAT DEGENERATIF PFIRRMANN (Pada Pasien Penyakit Degeneratif Lumbal Yang Dilakukan Tindakan Pembedahan Di RSUD Dr. Soetomo Periode Tahun 2016-2021). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
cover.pdf

Download (216kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (48kB)
[img] Text (FULL TEXT)
012015653053.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"ABSTRAK Latar Belakang :. Hubungan erat pada kondisi terjadinya LBP akibat terjadinya degenerasi pada diskus intervertebralis, dikenal secara luas sebagai keadaan Intervertebralis Disk Degeneration (IVDD) yang salah satunya menyebabkan perubahan tinggi diskus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara ketinggian diskus sebagai data objektif dan derajat degeneratif diskus Pfirrmann score yang dinilai pada pencitraan MRI, modalitas pencitraan dengan akurasi diagnosis HNP terbaik saat ini Metode : Pengukuran tinggi diskus dan penentuan derajat degeneratif Pfirrmann dikerjakan pada sekuens MRI T2WI potongan sagital diskus intervertebralis lumbal 1-2 hingga lumbal 5-sacral 1 (5 level diskus) menggunakan data dicom MRI dengan software Horos dicom viewer. Analisis korelasi antara ketinggian diskus dan derajat degenerasi pada pemeriksaan MRI dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Uji statistik dikerjakan menggunakan software SPSS (SPSS Inc., Chicago, IL, USA). Hasil dievaluasi dengan nilai signifikansi p<0,005. Hasil : Seratus pasien sampel penelitian terdiri dari 57 pria dan 43 wanita dengan rata-rata usia 54,44 (±12,62) tahun. Jumlah total diskus yang diukur sebanyak 500 level diskus. Hasil dari uji Pearson pada ketiga kelompok pasien yaitu pada kelompok pasien HNP L4-L5, HNP L5-S1 dan HNP pada kedua level diskus tersebut menunjukkan adanya hubungan terbalik antara tinggi diskus dan derajat degeneratif Pfirrmann yang secara statistik bermakna, dengan nilai pada kelompok HNP L4-L5 Pearson correlation r = -0,729 ( p<0,001), pada kelompok HNP L5-S1 Pearson correlation r = -0,876 (p<0,001) dan pada kelompok HNP L4-L4 + L5+S1 Pearson correlation r = -0,970 (p<0,001). Kesimpulan : Tinggi diskus rata-rata pada derajat Pfirrmann grade I sebesar 9,037 ? 0,7 mm, grade II sebesar 8,599 ? 0,6 mm, grade III sebesar 7,792 ? 0,8 mm, grade IV sebesar 6,345 ? 0,8 mm, dan grade V sebesar 4,963 ? 0,7 mm. Hasil dari uji Pearson menunjukkan adanya hubungan terbalik antara tinggi diskus dan derajat degeneratif Pfirrmann yang secara statistik bermakna Kata Kunci : Tinggi Diskus, Penyakir Degeneratif Diskus, Derajat Degeneratif Pfirrmann "

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 18 - 23 End h
Uncontrolled Keywords: Disc Height, Disc Degenerative Disease, Pfirrmann Grading
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
ENDRA WIBISONO HARMAWAN, -NIM012015653053
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMUHAMMAD ARIFIN PARENRENGI, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 11 Sep 2026 04:20
Last Modified: 11 Sep 2026 04:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146382
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item