PENGARUH FIBRIN GLUE, MITOMYCIN-C, DAN TRIAMCINOLONE ACETONIDE TERHADAP EKSPRESI ?-SMOOTH MUSCLE ACTIN(?-SMA) PADA JARINGAN TENON KONJUNGTIVAPASCAEVISERASI(STUDI EKSPERIMENTAL LABORATURIUM PADA KELINCI NEW ZEALAND)

FIRDA AYU MUTHIE (2022) PENGARUH FIBRIN GLUE, MITOMYCIN-C, DAN TRIAMCINOLONE ACETONIDE TERHADAP EKSPRESI ?-SMOOTH MUSCLE ACTIN(?-SMA) PADA JARINGAN TENON KONJUNGTIVAPASCAEVISERASI(STUDI EKSPERIMENTAL LABORATURIUM PADA KELINCI NEW ZEALAND). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011618016301_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (15MB)
[img] Text (BAB I)
011618016301_BAB I.pdf

Download (3MB)
[img] Text (FULLTEXT)
011618016301_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Kontraktur soket masih menjadi masalah utama bagi pasien anoftalmia. Peradangan dan fibrosis, yang mengakibatkan pemendekan konjungtiva, merupakan faktor utama dalam patogenesis kontraktur soket. Myofibroblas yang mengekspresikan ?-SMA adalah mediator utama dari kontraksi soket anoftalmik. Metode: 20 mata dari 20 kelinci putih Selandia Baru dipilih secara acak untuk pengeluaran isi dan dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, masing-masing dengan lima kelinci. Setiap kelinci dalam kelompok menerima injeksi subkonjungtiva 0,1 ml dari agen yang berbeda. Kelompok I merupakan kelompok kontrol dan tidak mendapat injeksi, Kelompok II mendapat MMC 0,4 mg/ml, Kelompok III mendapat TCA 40 mg/ml, dan Kelompok 4 mendapat lem fibrin. Setelah 14 hari, hewan di-eutanasia dan sampel konjungtiva diserahkan untuk analisis histopatologi. Antibodi ?-SMA monoklonal diterapkan, dan ahli patologi memberikan skor IRS untuk setiap sampel. Perbedaan ekspresi ?-SMA dianalisis secara statistik dengan taraf signifikan p<0,05 Hasil: Semua kelompok menunjukkan penurunan ekspresi ?-SMA yang signifikan secara statistik dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05) sebagai kelompok MMC dengan p=0,007, kelompok TCA dengan p=0,007, dan lem fibrin dengan p= 0,009. MMC adalah yang paling efektif dalam mereduksi ?-SMA. Anehnya, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara MMC, TCA, dan lem fibrin ketika mereka dievaluasi secara independen. Kesimpulan: Injeksi tunggal fibrin glue subkonjungtiva dapat digunakan sebagai pengobatan baru untuk mencegah kontraktur soket pada soket yang secara aktif menyembuhkan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 30 - 23 Fir p
Uncontrolled Keywords: fibrin glue, contracted socket, MMC, TCA fibrosis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S2 Farmasi Klinik
Creators:
CreatorsNIM
FIRDA AYU MUTHIENIM011618016301
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorEVELYN KOMARATIHNIDN196801101997032003
Thesis advisorSUTJIPTONIDN197107292006041012
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 11 Sep 2026 06:27
Last Modified: 11 Sep 2026 06:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146386
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item