Pemberian Wound Dressing Kombinasi Seng Oksida Dan Ekstrak Rimpang Kunyit Terhadap Ekspresi Beta-Catenin Pada Jaringan Luka Rattus Norvegicus

Wafiq Dwi Permana Hibatullah (2022) Pemberian Wound Dressing Kombinasi Seng Oksida Dan Ekstrak Rimpang Kunyit Terhadap Ekspresi Beta-Catenin Pada Jaringan Luka Rattus Norvegicus. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
021911133024_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (382kB)
[img] Text (BAB I)
021911133024_BAB I.pdf

Download (44kB)
[img] Text (FULLTEXT)
021911133024_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Wound healing sebagai proses fisiologis yang terorganisir dengan baik yang membutuhkan interaksi kompleks dari sel mesenkim dan epitel untuk melakukan 4 tahap proses: hemostasis, inflamasi, re-epitelisasi, dan remodelling. Aplikasi wound dressing pada luka memberikan proses paling optimal untuk wound healing. Beta-catenin merupakan kunci dari transduksi sinyal ke nukleus dan memicu terjadinya transkripsi gen spesifik dari Wnt signalling. Hal ini menimbulkan peneliti untuk mengetahui efek wound dressing seng oksida dan ekstrak rimpang kunyit dalam wound healing. Tujuan: Mengetahui ekspresi betacatenin setelah pemberian wound dressing kombinasi seng oksida dan ekstrak rimpang kunyit pada hari ke 3, 5, 7, dan 14. Metode Penelitian: 20 tikus jantan Rattus norvegicus galur Wistar dibagi secara acak menjadi 4 kelompok (n=5). Luka dibuat dengan cara eksisi 6x6mm, kedalaman sampai terlihat fascia area punggung. Untuk kelompok kontrol (K3, K5, K7, K14) tidak diberi dressing dan kelompok perlakuan (P3, P5, P7, P14) diberi dressing kombinasi seng oksida dan rimpang kunyit. Tikus dikorbankan pada hari ke 3 (K3, P3), hari ke 5 (K5, P5), hari ke 7 (K7, P7), dan hari ke 14 (K14, P14) untuk mengetahui jumlah ekspresi beta-catenin dengan metode pengecatan imunohistokimia. Data dianalisis dengan one way Anova dan Tukey HSD. Hasil: Penggunaan wound dressing kombinasi seng oksida dan ekstrak rimpang kunyit pada kelompok kontrol hari 3 (K3) dan kelompok perlakuan (P3), kelompok kontrol hari ke 5 (K5) dan kelompok perlakuan hari ke 5 (P5), dan kelompok kontrol hari ke 7 (K7) dan kelompok perlakuan hari ke 7 (P7) menunjukkan peningkatan ekspresi beta-catenin secara bermakna (p<0,05). Kesimpulan: Aplikasi wound dressing kombinasi seng oksida dan ekstrak rimpang kunyit dapat meningkatkan ekspresi beta-catenin pada proses wound healing

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK P.FKG 01 - 23 Waf p
Uncontrolled Keywords: beta-catenin, curcuma longa rhizome extract, wnt signalling, wounddressing, wound healing, zinc oxide
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Wafiq Dwi Permana HibatullahNIM021911133024
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRR ASTI MEIZARINIUNSPECIFIED
Thesis advisorR. Helal SoekartonoNIDN0021125704
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 14 Sep 2026 01:35
Last Modified: 14 Sep 2026 01:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146470
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item