HANUNG ARYANA, - (2022) Analisis Faktor Risiko Delirium Pasca Operasi Yang Dilakukan Anestesi Umum Pada Pembedahan Elektif Ortopedi. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011628066302 HALAMAN I.pdf Download (155kB) |
|
|
Text (BAB I)
011628066302 BAB I.pdf Download (42kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011628066302.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Delirium berhubungan dengan memanjangnya length of stay, peningkatan komplikasi pascaoperasi, hingga biaya rumah sakit yang tinggi. Terdapat beberapa faktor intraoperatif yang diduga merupakan faktur risiko terjadinya delirium pascaoperasi antara lain perdarahan yang banyak, durasi operasi yang panjang, penggunaan implan benda asing seperti penggunaan bone cement, serta penggunaan opioid sebagai analgesik intraoperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko terjadinya delirium pascaoperasi pada pasien operasi elektif ortopedi yang dilakukan anestesi umum. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien yang menjalani operasi elektif ortopedi. Subjek penelitian merupakan pasien yang akan menjalani operasi elektif ortopedi ekstrimitas dengan skor ASA I-II. Delirium pascaoperasi dinilai dengan menggunakan instrument CAM-ICU 24 jam pascaoperasi. Hasil: Delirium pascaoperasi terjadi pada 20% dari subjek penelitian. Penggunaan dosis opioid yang telah dikonversi menjadi morfin intravena ekuivalen berhubungan dengan kejadian delirium pascaoperasi (p value=0,002). Faktor risiko lain yang berhubungan dengan kejadian delirium pascaoperasi adalah pemberian bone cecment (p value=0,034), durasi operasi (p value=0,000) dan jumlah perdarahan (p value=0,024). Kesimpulan: Pemberian opioid dengan dosis yang lebih tinggi, durasi operasi yang lebih panjang, dan jumlah perdarahan yang lebih banyak berisiko lebih besar menimbulkan delirium pascaoperasi. Pemberian bone cement juga berhubungan dengan kejadian delirium pascaoperasi ortopedi. Namun tidak ditemukan perbedaan kejadian delirium pascaoperasi dengan jenis opioid yang diberikan (remifentanil dan fentanil). Kata Kunci: delirium pascaoperasi, faktor risiko, opioid, bone cement, durasi operasi, jumlah perdarahan
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.AR 02 - 23 Han a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | postoperative delirium, risk factor, opioid, bone cement, duration of surgery, amount of bleeding | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery R Medicine > RD Surgery > RD701-811 Orthopedic surgery |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 07:23 | |||||||||
| Last Modified: | 14 Sep 2026 07:23 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146525 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


