EFEK SUPLEMENTASI EKSTRAK BUAH DELIMA (PUNICA GRANATUM L.) TERHADAP MANIFESTASI KLINIS HIPERTENSI ARTERI PULMONAL PADA ANAK DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN ASIANOTIK

AUDYLIA HARTONO (2022) EFEK SUPLEMENTASI EKSTRAK BUAH DELIMA (PUNICA GRANATUM L.) TERHADAP MANIFESTASI KLINIS HIPERTENSI ARTERI PULMONAL PADA ANAK DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN ASIANOTIK. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012115653159_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (542kB)
[img] Text (BAB I)
012115653159_BAB I.pdf

Download (46kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012115653159_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Hipertensi arteri pulmonal (HAP) merupakan penyakit vaskular paru penyebab morbiditas dan mortalitas pada anak, serta merupakan tantangan dalam tatalaksana penyakit jantung bawaan. Patogenesis terjadinya hipertensi arteri pulmonal meliputi dua mekanisme, yaitu vasokonstriksi dan remodeling vascular. Saat ini terapi farmakologis standar di Indonesia adalah dengan obat golongan fosfodiesterase-5 [PDE-5] inhibitor (sildenafil) yang bekerja sebagai vasodilator. Ekstrak buah delima telah menunjukkan potensi sebagai agen anti-inflamasi dan antiproliferasi yang dapat menurunkan stress oksidatif, lipid peroksidase, dan pembentukan foam cells. Penelitian ini adalah uji klinis acak terkontrol dengan pendekatan pre-test post-test kontrol grup. Pemilihan dengan metode acak sederhana, yang membandingkan klasifikasi fungsional hipertensi arteri pulmonal anak dengan penyakit jantung bawaan asianotik yang mendapat terapi standar hipertensi arteri pulmonal dan suplementasi ekstrak buah delima dengan yang mendapat terapi standar hipertensi pulmonal dan placebo. Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Jalan Kardiologi Anak Pusat Pelayanan Jantung Terpadu Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo selama bulan Februari-Oktober 2022. Semua data dilakukan uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Perubahan manifestasi klinis hipertensi arteri pulmonal diuji menggunakan uji statistik Wilcoxon. Perbedaan manifestasi klinis diuji dengan uji Mann Whitney. Uji korelasi antara pemberian suplementasi ekstrak buah delima dengan manifestasi klinis hipertensi arteri pulmonal diuji dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini tidak didapatkan perbedaan data karakterisitik dasar kedua kelompok uij dengan nilai P>0,05 yang menunjukkan subjek penelitian homogen dan tidak didapatkan faktor perancu. Terjadi penurunan tekanan arteri pulmonalis secara signifikan (P 0,02), namun tidak didapatkan perbedaan yang signifikan klasifikasi fungsional hipertensi arteri pulmonal pada subjek penelitian mendapatkan terapi standar dan placebo (P=1). Terjadi penurunan rerata tekanan arteri pulmonalis, namun tidak signifikan pada analisis statistik (P 0,12), serta tidak didapatkan perbedaan signifikan klasifikasi fungsional hipertensi arteri pulmonal setelah tiga bulan subjek penelitian mendapatkan terapi standar dan EBD (P=0,56). Pada penelitian ini tidak terjadi perbedaan penurunan tekanan arteri pulmonalis pre-test dan post-test yang signifikan antara kelompok EBD dan plasebo (P 0,44), tidak didapatkan perbedaan yang signifikan pada klasifikasi fungsional hipertensi arteri pulmonal pada kelompok terapi standar dan EBD dengan terapi standar dan plasebo (P=0,55). Pada penelitian ini didapatkan kenaikan berat badan subjek penelitian yang signifikan baik pada kelompok EBD (p 0,012) dan kelompok Plasebo (p = 0,005). Penelitian ini juga menunjukkan adanya penurunan rerata laju nafas yang signifikan pada kelompok EBD (p=0,017) sedangkan pada kelompok placebo tidak didapatkan penurunan yang signifikan (p = 0,361). Laju nafas berkorelasi positif dengan klasifikasi fungsional hipertensi pulmonal (p = 0,11). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan klasifikasi fungsional hipertensi arteri pulmonal pada pasien anak dengan hipertensi arteri pulmonal yang disebabkan penyakit jantung bawaan asianotik sebelum dan setelah mendapat terapi standar dan placebo, tidak terdapat perbedaan klasifikasi fungsional hipertensi arteri pulmonal pada pasien anak dengan hipertensi arteri pulmonal yang disebabkan penyakit jantung bawaan asianotik sebelum dan setelah mendapat terapi standar dan suplementasi ekstrak buah delima, tidak terdapat perbedaan klasifikasi fungsional hipertensi arteri pulmonal pada pasien anak dengan hipertensi arteri pulmonal yang disebabkan penyakit jantung bawaan asianotik yang mendapat terapi standar dan ekstrak buah delima dengan yang mendapatkan terapi standar dan placebo.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.KA 20 - 23 Aud e
Uncontrolled Keywords: Pulmonary arterial hypertension, pomegranate, sildenafil, congenital heart disease, child death.
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
AUDYLIA HARTONONIM012115653159
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMahrus A. RahmanNIDN8819020016
Thesis advisorBudi UtomoNIDN0018055904
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 14 Sep 2026 04:19
Last Modified: 14 Sep 2026 04:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146650
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item