YENITRISNAWATI (2022) Analisis Hubungan Paparan Benzena dengan Faal Ginjal Pekerja Percetakan di Kota Surabaya. Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101914253006_HALAMAN JUDUL.pdf Download (405kB) |
|
|
Text (BAB I)
101914253006_BAB I.pdf Download (61kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101914253006_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Benzena termasuk ke dalam bahan kimia yang paparannya dapat menyebabkan penyakit kerja yang timbul dari aktivitas kerja salah satunya dapat menyebabkan kanker. Sumber-sumber benzena di percetakan bisa berasal dari tabung tinta, silinder dan pada alat pencetak yang tidak tertutup. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan paparan benzena dengan kadar BUN dan kreatin para pekerja percetakan di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan rancang bangun cross sectional. Subjek penelitian ini sejumlah 30 orang yang telah memenuhi kriteria. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar benzena di udara dan karakteristik pekerja yang meliputi umur, lama kerja, masa kerja, IMT dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Variabel terikat yaitu BUN dan kreatinin sebagai indikator faal ginjal. Hasil penelitian didapatkan nilai konsentrasi benzena di enam titik pengukuran dengan nilai tertinggi 15,64 ppm (sudah melebihi NAB). Hitungan RQ terdapat 25 pekerja yang nilai >1. Hubungan konsentrasi benzena dengan kadar BUN dan Kreatinin berada pada kategori searah dan korelasi kuat untuk BUN (r = 0,653) dan cukup untuk kreatinin (r = 0,582), hubungan umur dengan kadar BUN dan kreatinin berada pada kategori hubungan searah dan korelasi sangat lemah (r = 0,209 ; r = 0,140), hubungan lama kerja dengan kadar BUN dan kreatinin berada pada kategori hubungan searah dengan korelasi cukup (r = 0,302 untuk BUN sedangkan kreatinin sangat lemah (r = 0,204), hubungan masa kerja dengan kadar BUN dan kreatinin berada pada kategori hubungan searah dengan korelasi cukup (r = 0,461 ; r = 0,322), hubungan IMT dengan kadar BUN dan kreatinin berada pada kategori hubungan tidak searah dengan korelasi cukup (r = -0,318) untuk BUN dan sangat lemah (r = -0,189) untuk kreatinin, sedangkan untuk hubungan penggunaan APD dengan kadar BUN dan kreatinin berada pada kategori hubungan searah dengan korelasi cukup (r = 0,389) untuk BUN dan sangat lemah (r = 0,225) untuk kreatinin Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan sangat kuat antara konsentrasi benzena dengan BUN dan hubungan kuat antara konsentrasi benzena dengan kreatinin Perusahaan disarankan untuk tetap menerapkan pengendalian konsentrasi benzena di udara ruang produksi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK T.FKM.K3 11 - 23 Yen a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | BUN levels, Creatinine levels, Benzene concentration | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1190-1270 Toxicology. Poisons R Medicine > RC Internal medicine > RC870-923 Diseases of the genitourinary system. Urology |
|||||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Kesehatan dan Keselamatan Kerja | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 00:09 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Sep 2026 00:09 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146703 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


