Pengaruh Paparan Suhu Ruangan dan Lingkungan terhadap Perkembangan Morfologi Larva Lalat dalam Penentuan Post Mortem Interval

Ria Kumala (2022) Pengaruh Paparan Suhu Ruangan dan Lingkungan terhadap Perkembangan Morfologi Larva Lalat dalam Penentuan Post Mortem Interval. Other thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011818106303_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (236kB)
[img] Text (BAB I)
011818106303_BAB I.pdf

Download (45kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011818106303_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Laju pertumbuhan dan perkembangan morfologi larva yang ditemukan pada mayat yang mengalami pembusukan dari kasus kematian tanpa saksi (unwittness death), dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan lamanya waktu yang berlalu sejak kematian (post mortem interval). Tujuan : Mengetahui pengaruh paparan suhu dan kelembaban dalam dan luar ruangan (lingkungan) terhadap pertumbuhan dan perkembangan morfologi larva lalat dalam penentuan umur larva dan post mortem interval. Metode : Penelitian ini dilakukan di wilayah Surabaya-Jawa Timur, tepatnya di area Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Soetomo yang merupakan area perkotaan, dataran rendah dan beriklim tropis, dengan suhu antara 25,0-30,3? dan kelembaban antara 60,0–94,0%. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan time series design selama 9 (sembilan) hari. Sampel penelitian berjumlah 32 sampel, separuh berasal dari dalam ruangan dan separuh lainnya berasal dari luar ruangan. Pengamatan umur larva di bawah pengaruh suhu dan kelembaban ini dilakukan berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan morfologi larva dari sampel tersebut. Uji beda yang digunakan yaitu Uji Kruskal�Wallis. Penelitian ini juga melakukan identifikasi genus dari morfologi spirakel posterior larva dan identifikasi spesies dari morfologi lalat dewasa. Hasil : Pada pemeriksaan pertumbuhan larva, tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p-value=0,121) antara panjang larva dalam ruangan dengan panjang larva luar ruangan. Pada pemeriksaan tahap perkembangan larva melalui pemeriksaan langsung maupun sediaan permanen, terdapat perbedaan yang signifikan (p-value=0,000 dan p-value=0,005) antara tahap perkembangan larva dalam ruangan dengan tahap perkembangan larva luar ruangan. Pada pemeriksaan identifikasi morfologi larva dan lalat dewasa, hasil penelitian menunjukkan Genus Sarcophaga merupakan lalat yang berperan penting dalam penelitian ini. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan penentuan post mortem interval dari pemeriksaan tahapan larva instar Genus Sarcophaga pada mayat dengan pembusukan di dalam dan di luar ruangan yang teduh di bawah naungan pada suhu 25,0-30,3? dan kelembaban 60,0–94,0%. Kata kunci : unwittness death, larva, Sarcophaga, post mortem interval

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.KFM 01 - 23 Ria p
Uncontrolled Keywords: unwittness death, larvae, Sarcophaga, post mortem interval
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL360-599.82 Invertebrates
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1001-1171 Forensic medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Forensik Dan Medikolegal (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
Ria KumalaNIM011818106303
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAhmad YudiantoNIDN8888130017
Thesis advisorSuhintam PusarawatiNIDN0015045906
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 15 Sep 2026 03:10
Last Modified: 15 Sep 2026 03:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146820
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item