Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Pada Penderita Stroke Dengan Disfagia Yang Di Rawat Inap Di RS PHC Surabaya

Mitha Nur Azizah (2022) Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Pada Penderita Stroke Dengan Disfagia Yang Di Rawat Inap Di RS PHC Surabaya. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101811233089_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (183kB)
[img] Text (BAB I)
101811233089_BAB I.pdf

Download (46kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811233089_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Stroke merupakan masalah kesehatan utama dan jumlah penderita stroke cenderung terus meningkat setiap tahun. Stroke ialah kondisi ketika terjadi gangguan suplai darah ke otak yang dikarenakan adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Salah satu komplikasi yang terjadi akibat stroke adalah gangguan menelan atau disfagia (Cohen et al., 2016). Pada stroke akut, prevalensi disfagia telah dilaporkan antara 28-65%. Pasien stroke dengan disfagia dapat mengkibatkan terjadinya malnutrisi dan dehidrasi, Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Masitha, (2021) diketahui bahwa disfagia dan usia muda penderita stroke dapat mempengaruhi asupan nutrisi pasien stroke, artinya bahwa disfagia dan usia memiliki pengaruh terhadap pola konsumsi makan para pasien stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah unutk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi status gizi pasien stroke, terutama pada pasien stroke dengan disfagia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian studi case control. Sampel diambil dengan teknik random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi sehingga didapatkan 58 sampel. Diperoleh dari hasil penelitian jika berdasarkan IMT pasien stroke dengan disfagia status IMT kurus dan sangat kurus yaitu sebesar 93,1% sedangkan pada pasien stroke tanpa disfagia sebesar 75,86%. Hal ini menunjukkan bahwa pada pasien stroke dengan disfagia lebih beresiko mengalami malnutrisi. Hasil penelitian menujukkan terdapat hubungan antara disfagia dengan status gizi (p=0,040). Kesimpulan pada penelitian ini ialah, diketahui faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pasien stroke dengan disfagia yaitu adanya kondisi gangguan menelan dan faktor lain seperti usia dan jumlah makanan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.G 81 - 23 Mit f
Uncontrolled Keywords: Stroke, Dysphagia, Nutritional status
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM
Mitha Nur AzizahNIM101811233089
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorR. Bambang WirjatmadiUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 15 Sep 2026 03:17
Last Modified: 15 Sep 2026 03:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146823
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item