UMMI NAFI'ATIL ILMI (2022) PERAN D-DIMER DAN PLASMINOGEN ACTIVATOR INHIBITOR-1 (PAI-1) PADA COVID-19 ASSOCIATED COAGULOPATHY. Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011818156309_HALAMAN JUDUL.pdf Download (239kB) |
|
|
Text (BAB I)
011818156309_BAB I.pdf Download (43kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011818156309_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan : Pasien COVID-19 derajat berat mengalami kondisi hiperkoagulabilitas yang disertai dengan gangguan fibrinolisis. Kondisi ini disebut dengan COVID-19 associated coagulopathy (CAC). Kondisi hiperkoagulabilitas salah satunya ditandai dengan peningkatan nilai D-dimer, dan salah satu disregulasi sismtem fibrinolisis ditandai dengan peningkatan nilai PAI-I. TEG merupakan tes vikoelastik yang dapat menilai secara cepat kondisi hiperkoagulasi dan hiperfibrinolsis secara berasamaan pada CAC. Mekanisme terjadinya CAC masih belum jelas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran D-dimer dan PAI-I pada COVID-19 associated coagulopathy. Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional, populasi penelitian adalah pasien COVID-19 yang di rawat di RIK-1 RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Juli 2020- Desember 2020. Pengambilan sampel secara consecutive sampling, sampel adalah pasien COVID-19 derajat berat. Pemeriksaan PAI-I menggunakan metode sandwich ELISA, pemeriksaan D-dimer menggunakan metode imunoturbidimetri, menggunakan alat Sysmex CS 2500, kondisi hiperkoagulasi maupun hiperfibrinolisis ditentukan berdasarkan hasil TEG. Menentukan perbedaan D-dimer Plasminogen Activator Inhibitor-1 (PAI-1) pada pasien COVID-19 dengan hiperkoagulasi, seimbang, dan hiperfibrinolisis diuji dengan Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Uji korelasi D-dimer dan PAI-I pada kelompok hipekoagulasi dan hiperfibrinolisis dengan parameter TEG diuji dengan korelasi Spearman. Hasil : Sampel pada penelitain didapatkan total 83 pasien, terdiri dari 59 pasien kelompok hiperkoagulasi dan 24 pasien kelompok hiperfibrinolisis. Hasil data penelitian tidak terdapat perbedaan bermakna nilai D-dimer dan PAI-I pada kelompok hiperkoagulasi, seimbang, maupun hiperfibrinolisis (p > 0,05). Nilai D-dimer didapatkan perbedaan bermakna dengan parameter TEG MA dengan arah hubungan negatif (p < 0,05). D-dimer pada kelompok MA > 70 mm berbeda bermakan dengan kelompok MA 50-70 mm dan MA < 50 mm. pada PAI-I terdapat perbedaan berkmakan dengan parameter TEG ? angle (p<0,05). Hasil uji korelasi D-dimer hanya berhubungan bermakna dengan paremeter TEG MA dengan kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan negatif. PAI-I tidak berhubungan bermakna dengan semua parameter TEG. Kesimpulan : D-dimer dan PAI-I bukan merupakan peranan vital atau dominan pada koagulopati pasien COVID-19 derajat berat baik pada kondisi hiperkoagulasi, seimbang, maupun hiperfibrinolisis. Kata kunci : D-dimer, PAI-I, COVID-19 Associated Coagulopathy
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PK 10 - 23 Umm p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | D-dimer, PAI-I, COVID-19 Associated Coagulopathy | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology > RB37-56.5 Clinical pathology. Laboratory technique | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Patologi Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 04:19 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Sep 2026 04:19 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146877 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


