DWI SETIYO PRIHANDONO (2019) PENGARUH PEMBERIAN MINYAK +OXIVAREA TERHADAP EKSPRESI Fas dan CASPASE-3 pada LUKA KULIT TIKUS (Rattus norvegicus) yang DIINFEKSI BAKTERI Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULLTEXT)
214..TESIS DWI SETIYO P.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Sebagian besar kasus infeksi Staphylococus aureus dapat diobati secara efektif dengan antibiotik. Pada kasus Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah ketika Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotic termasuk methicillin, penicillin, dan amoxicillin, disebabkan karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Apoptosis dapat dipicu oleh banyak faktor yang dapat menginduksi CASPASE dihilir dan jalur yang mengaktifkan CASPASE dihulu melalui Fas dan Fas-L. Aktivasi apoptosis baik jalur ekstrinsik maupun jalur intrisik akan berujung pada aktivasi CASPASE-3. Minyak +Oxivarea merupakan campuran beberapa macam minyak, yaitu: minyak biji anggur, minyak zaitun, ekstrak minyak lemon dan minyak biji pala yang melalui proses ozonisasi dimana senyawa yang terkandung didalamnya memiliki peran dalam pengaktifan proses apoptosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah ada pengaruh pemberian minyak +Oxivarea dapat mempengaruhi ekspresi Fas dan CASPASE-3 pada luka kulit tikus Rattus novergicus yang diinfeksi bakteri Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Data penelitian di Uji dengan Kolmogorov Smirnov dengan nilai signifikansi 0,272 p (> 0,05), terdistribusi normal. Dan uji homogenitas dengan metode Levene’s Test nilai signifikansi sebesar 0,076 (p> 0,05) disimpulkan data penelitian homogen. Kemudian diuji dengan One Way Anova. Adapun nilai signifikansinya 0,000 (p< 0,05) dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian minyak +Oxivarea terhadap ekspresi CASPASE 3 pada luka kulit tikus Rattus norvegicus yang diinfeksi bakteri MRSA. Selanjutnya untuk mengetahui perbedaan yang paling signifikan diantara kelompok perlakuan, dilanjutkan menggunakan uji Tukey pada menu Post Hoc Test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikannya 0,000 (p< 0,05) dengan perbedaan mean 41,167 dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap variabel CASPASE 3 antara kelompok yang diinfeksi MRSA dengan pemberian +oxivarea Hari ke-3 (OC1) dan kelompok yang diinfeksi MRSA dengan pemberian +oxivarea Hari ke-5 (OC2).
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Minyak +Oxivarea, Fas, CASPASE 3, Apoptosis, MRSA | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology | |||||||||
| Divisions: | 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Imunologi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dwi Marina | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 06:11 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Sep 2026 06:11 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146886 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


