Pengaruh Latihan Menggunakan Incentive Spirometry Terhadap Konsumsi Oksigen Maksimal (VO2Max) Pada Pasien Pasca Infeksi Covid 19

HILMAN HARISUDDIN (2022) Pengaruh Latihan Menggunakan Incentive Spirometry Terhadap Konsumsi Oksigen Maksimal (VO2Max) Pada Pasien Pasca Infeksi Covid 19. Other thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011828166309_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (279kB)
[img] Text (BAB I)
011828166309_BAB I.pdf

Download (49kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011828166309_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Covid-19 menyebabkan berbagai gejala sisa dan komplikasi yang dirasakan pasien pasca recovery diantara penurunan kapasital fungsional. Penurunan konsumsi oksigen maksimal pada pasien pasca infeksi Covid-19 disebabkan oleh penurunan fungsi paru, tirah baring lama saat perawatan serta isolasi mandiri. Latihan pernapasan dengan diaphragmatic bretahing dan incentive spirometry terbukti dapat meningkatkan konsumsi oksigen maksimal melalui peningkatan kapasitas paru, peningkatan kekuatan otot pernapasan yang dapat meningkatkan kadar O2 dalam darah. Latihan pernapasan dengan Incentive spirometry merupakan salah satu rehabilitasi paru yang mudah digunakan, aman, murah, dapat dilakukan di rumah tanpa supervisi, dan disertai tampilan visual sebagai petunjuk kepada pasien. Objektif: Untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan pernapasan menggunakan Incentive Spirometry selama 4 minggu terhadap konsumsi oksigen maksimal (VO2Max) pada pasien pasca infeksi Covid-19. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2021 sampai Oktober 2022. Subjek penelitian terdiri dari 20 pasien pasca infeksi Covid-19, yang terbagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (masing-masing terdiri dari 10 subjek). Kelompok perlakuan diberikan latihan pernapasan menggunakan Incentive Spirometry, 5 kali sehari, 7 kali perminggu, selama 4 minggu. Sedangkan kelompok kontrol pernapasan menggunakan Diaphragmatic Breathing, 5 kali sehari, 7 kali perminggu, selama 4 minggu. Parameter yang dievaluasi pada penelitian ini adalahVO2Max. Pengukuran dilakukan dua kali sebelum dan sesudah 4 minggu intervensi. Hasil: Didapatkan peningkatan nilai VO2Max secara bermakna pada kelompok kontrol (p value = 0,000) dan perlakuan (p value = 0,000). Tidak terdapat perbedaan bermakna selisih (delta) nilai VO2 Max antar kedua kelompok (p=0,560). Kesimpulan : Pemberian latihan menggunakan Incentive spirometry dan diaphragmatic breathing selama 4 minggu meningkatkan VO2Max pada pasien pasca infeksi Covid-19. Kata Kunci : VO2Max, Pasca Infeksi Covid-19, Incentive Spirometry

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.IFR 18 - 23 Hil p
Uncontrolled Keywords: Incentive Spirometry, VO2Max, Post Covid-19
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Creators:
CreatorsNIM
HILMAN HARISUDDINNIM011828166309
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorIMAM SUBADINIDN0004046105
Thesis advisorINGGAR NARASINTAUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 16 Sep 2026 00:10
Last Modified: 16 Sep 2026 00:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146916
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item