KHAISYADIBA AINAYA ALFITRA, - (2022) GAMBARAN PASIEN LUKA BAKAR DENGAN PEMBERIAN ANTIBIOTIK CEFUROXIME YANG DIRAWAT DI RSUD DR SOETOMOPERIODE MARET 2021 - FEBRUARI 2022. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911133257 HALAMAN I.pdf Download (375kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133257 BAB I.pdf Download (40kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911133257.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Infeksi adalah salah satu penyebab terbesar mortalitas dan morbiditas pada pasien dengan luka bakar sehingga penggunaan antibiotik sangat penting. Antibiotik yang tidak sesuai dapat menyebabkan peningkatan resistensi antibiotik. Cefuroxime merupakan jenis antiobiotik yang digunakan pada pasien luka bakar di RSUD Dr. Soetomo sejak Maret 2021 sebagai aturan yang baru. Oleh karena itu, perlu adanya studi terkait antibiotik cefuroxime pada luka bakar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pasien luka bakar setelah pemberian antibiotik cefuroxime yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo pada periode Maret 2021 – Februari 2022. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan secara retrospektif. Pada penelitian ini digunakan metode pengambilan data secara cross-sectional observasional berdasarkan data rekam medis pasien. Hasil : Penelitian ini terdiri dari total 19 pasien dan memperlihatkan bahwa jenis kelamin pasien didominasi oleh laki-laki (58%), dengan perbandingan laki-laki dengan perempuan adalah 11:8. Rentang usia pasien luka bakar yang paling banyak adalah dewasa akhir (36-55 tahun), yaitu sebesar 37%. Length of stay pasien didominasi pada rentang 15-21 hari (37%). Terkait %TBSA (Total Body Surface Area), didominasi oleh %TBSA ?10 dan rentang %TBSA 20.1-30 yaitu masing-masing sebesar 26%. Penyebab luka bakar dengan jumlah pasien tertinggi adalah akibat flame dan scald, yang masing-masing didapatkan 42%. Agen penyebab infeksi terbanyak pada pasien luka bakar setela diberikan antibiotik cefuroxime adalah Pseudomonas aeruginosa (100%). Dari 19 pasien, terdapat 14 pasien (73.7%) yang tidak ditemukan pertumbuhan mikroba dan hanya 5 pasien (26.3%) yang ditemukan adanya mikroba sehingga dimungkinkan cefuroxime berhasil melawan ataupun mencegah pertumbuhan mikroba pada 73.7% pasien. Kesimpulan : Terdapat total 19 pasien dengan karakteristik pasien didominasi oleh jenis kelamin laki-laki, usia dewasa akhir, length of stay 15-21 hari, etiologi flame dan scald serta %TBSA ?10 dan %TBSA 21-30%. Secara keseluruhan, agen penyebab infeksi terbanyak adalah Pseudomonas aeruginosa dan dimungkinkan cefuroxime berhasil melawan ataupun mencegah pertumbuhan mikroba pada 73.7% pasien. Kata kunci : Luka bakar, Cefuroxime, Pseudomonas aeruginosa
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 203 - 23 Kha g | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Burns, Cefuroxime, Pseudomonas aeruginosa | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RL Dermatology | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 00:39 | |||||||||
| Last Modified: | 16 Sep 2026 00:39 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146928 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


