KEABSAHAN PENYERAHAN AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH (AYDA) OLEH DEBITOR KEPADA KREDITOR SEPARATIS SEBELUM DEBITOR DINYATAKAN PAILIT

Udiyani Shafira Putri, - (2022) KEABSAHAN PENYERAHAN AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH (AYDA) OLEH DEBITOR KEPADA KREDITOR SEPARATIS SEBELUM DEBITOR DINYATAKAN PAILIT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
031911133006 HALAMAN I.pdf

Download (856kB)
[img] Text (BAB I)
031911133006 BAB I.pdf

Download (134kB)
[img] Text (FULL TEXT)
031911133006.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) merupakan asset jaminan yang diperoleh kreditor separatis ketika debitor tidak dapat melakukan kewajibannya dalam pelunasan utang. Keabsahan penyerahan AYDA dalam kepailitan perlu diperhatikan pemberlakuannya karena dalam prakteknya, masih banyak ditemukan pelanggaran dan permasalahan yang diperoleh kreditor atas tindakan yang dilakukan debitor dalam melakukan penyerahan AYDA. Pada saat masalah membawa kerugian tidak sedikit kurator mengambil langkah pembatalan perbuatan hukum melalui gugatan lain-lain (Actio Pauliana). Dengan begitu, apakah tindakan kurator dapat dikatakan sah dan apa perlindungan hukum yang akan didapatkan bagi pihak ketiga ketika gugatan lain-lain (Actio Pauliana) dikabulkan. Tujuan penelitian ini digunakan untuk menganalisis keabsahan tindakan debitor yang menyerahkan benda jaminan melalui mekanisme AYDA kepada kreditor separatis dan menganalisis perlindungan hukum bagi pihak ketiga atas tindakan pembatalan perbuatan hukum yang diajukan kurator. Metode penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum, dengan menggunakan pendekatan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan dua sumber bahan hukum yaitu primer dan sekunder dengan prosedur pengumpulan bahan hukum studi kepustakaan kemudian dianalisis melalui metode deskriptif analitis. Penelitian ini memberikan hasil bahwa debitor memiliki kewenangan melakukan pembatalan perbuatan hukum melalui Actio Pauliana apabila berada pada masa PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) dan debitor pailit sehingga diluar itu kurator tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pembatalan perbuatan hukum melalui Actio Pauliana Mengenai upaya hukum bagi pihak ketiga dapat dilakukan melalui hukum acara perdata dan hukum kepailitan melalui pendaftaran diri dalam pencatatan piutang sebagai kreditor separatis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FH 161 - 23 Udi k
Uncontrolled Keywords: AYDA, Actio Pauliana, Legal Protection
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1054-1065.5 Negotiable instruments
Divisions: 03. Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
Udiyani Shafira Putri, -NIM031911133006
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMUHAMMAD HADI SHUBHAN, -NIP197304062003121002
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 16 Sep 2026 01:11
Last Modified: 16 Sep 2026 01:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146980
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item