Khairunnisa Musari, - (2013) Analisis Penerbitan Sukuk Negara Dan Dampaknya Terhadap Kemandirian Keuangan Negara Dan Kesejahteraan Masyarakat Di Kerajaan Bahrain Dan Malaysia Serta Republik Indonesia. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULLTEXT)
KHAIRUNNISA 090710227D.pdf Restricted to Registered users only Download (26MB) | Request a copy |
Abstract
Sukuk dewasa ini telah menjadi fenomena global yang bersifat lintas negara, budaya, dan bangsa. Sebagai bagian dari sistem pendanaan keuangan dunia, sukuk kini semakin banyak digunakan oleh negara-negara Islam ataupun negara di luar Islam. Sukuk memiliki manfaat dalam membangun kemandirian keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat karena dapat membantu melepaskan negara dari ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri dan pinjaman berbunga yang berafiliasi dengan sistem riba, serta dapat membantu negara membiayai pembangunan melalui mekanisme penyertaan modal dengan berbagai ragam akad yang syar'i. Semakin intensifnya pemerintah Indonesia menerbitkan sukuk negara, maka sukuk menjadi semakin penting untuk diteliti lebih lanjut. Peran sukuk negara masih kecil kontribusinya terhadap surat berharga negara dan dalam pemenuhan kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi sukuk diyakini akan lebih baik daripada pinjaman berbunga, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, di masa yang akan datang. Indonesia dan juga banyak negara di dunia telah menggunakan sukuk sebagai salah satu alat kebijakan fiskal ataupun moneter dalam pembangunan perekonomian. Namun, masih jarang ditemukan studi empiris yang membuktikan bahwa praktik sukuk telah benar-benar berperan dalam perekonomian. Untuk mengetahui seberapa jauh dampak sukuk terhadap kemandirian keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat, dalam disertasi ini dilakukan studi yang lebih mendalam mengenai fenomena sukuk tersebut. Dalam studi ini digunakan pendekatan terintegrasi antara analisis intuitif (kasyf), kualitatif syar'i, dan kuantitatif syar'i. Selain bertujuan untuk mengonfirmasi pengaruh sejumlah variabel terhadap beberapa variabel lainnya, disertasi ini juga mengemukakan berbagai fakta atau fenomena melalui pengamatan di tiga negara guna menjawab rumusan masalah yang tidak dihipotesiskan maupun untuk menjelaskan dan menganalisis fakta atau fenomena yang terkait dengan hipotesis. Selain Republik Indonesia, studi ini juga dilaksanakan di Kerajaan Bahrain dan Malaysia. Hal ini dilakukan mengingat penerbitan perdana sukuk negara di Republik Indonesia baru dilaksanakan pada tahun 2008, sehingga masih diperlukan negara pembanding yang telah lebih dahulu menerbitkan sukuk tersebut dengan berbagai implikasinya. Hasil studi menunjukkan bahwa penerbitan sukuk negara di Kerajaan Bahrain berpengaruh positif signifikan terhadap kemandirian keuangan negara dan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, sedangkan kemandirian keuangan negara berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Di Kerajaan Malaysia, penerbitan sukuk negara berpengaruh positif signifikan terhadap kemandirian keuangan negara dan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, sedangkan kemandirian keuangan negara di Kerajaan Malaysia berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Di Republik Indonesia, penerbitan sukuk negara berpengaruh negatif signifikan terhadap kemandirian keuangan negara dan negatif tidak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, sedangkan kemandirian keuangan negara berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Kesimpulan terintegrasi dari studi ini menunjukkan bahwa sukuk negara akan bermanfaat bagi kemandirian keuangan negara apabila dananya digunakan untuk sektor produktif yang diikuti dengan pengurangan pinjaman luar negeri dan penerbitan surat utang berbunga. Sukuk negara tidak akan memberikan pengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat jika penggunaannya sebatas sebagai penutup defisit anggaran dan refinancing utang yang jatuh tempo. Pengaruh penerbitan sukuk negara terhadap kesejahteraan masyarakat di Kerajaan Malaysia dan Republik Indonesia ternyata tidak signifikan karena sukuk negara itu sendiri juga merupakan utang baru serta penggunaannya masih dipakai sebagai penutup utang lain yang jatuh tempo di Kerajaan Malaysia dan Republik Indonesia. Sedangkan di Kerajaan Bahrain, walaupun sukuk telah digunakan untuk investasi, jumlahnya masih relatif kecil bila dibandingkan dengan sumber pembiayaan lain dari penerimaan kerajaan tersebut. Berdasarkan tingkat kaffah dalam hal implementasi penerbitan sukuk negara, meskipun ketiga negara tersebut seluruhnya belum kaffah, secara berturut-turut negara yang paling mendekati arah ke-kaffah-an syar'i adalah Kerajaan Bahrain, Kerajaan Malaysia, dan Republik Indonesia sebagai peringkat terakhir.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kemandirian keuangan negara; kesejahteraan masyarakat; sektor keuangan; sektor riil; sukuk negara. | |||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory | |||||||||
| Divisions: | 09. Sekolah Pasca Sarjana > Doktoral Ilmu Ekonomi Islam | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | S.Sos. Sukma Kartikasari | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 08:23 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Sep 2026 08:23 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146985 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


