KORELASI POSISI TIP CATHETER DOUBLE LUMEN TEMPORER VENA SUBCLAVIA DEXTRA DENGAN KEJADIAN RESIRKULASI AKSES HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM V

CHRISTIAN DANANTO (2022) KORELASI POSISI TIP CATHETER DOUBLE LUMEN TEMPORER VENA SUBCLAVIA DEXTRA DENGAN KEJADIAN RESIRKULASI AKSES HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM V. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012115653007_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
012115653007_BAB I.pdf

Download (405kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012115653007_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang. Resirkulasi adalah fenomena kembalinya darah hasil dialisis ke sirkulasi sistemik yang tidak equilibrium penuh, konsentrasi zat terlarut dalam darah pada jalur arteri lebih rendah dari pada sirkulasi sistemik, hal ini menunjukkan telah terjadi pencampuran darah hasil dialisis dengan darah yang tidak dialisis yang masuk ke dialyzer. Penentuan posisi optimal dari tip kateter vena sentral sangat kompleks dan masih kontroversial. Aliran darah pada Right Atrium (RA) lebih statis dibanding pada Superior Vena Cava (SVC) , tingkat perputaran dan pusaran aliran darah RA lebih tinggi, aliran darah SVC lebih laminar dan aliran darah RA lebih rotasional, sehingga bila tip CDL di RA, darah yang sudah didialisis dari mesin hemodialisa (kadar ureum rendah) yang dialirkan masuk melalui lubang proksimal melalui kanul vena memiliki kemungkinan teraspirasi kembali melalui lubang distal lebih tinggi dari pada bila posisi tip diletakkan di SVC. Metode. Penelitian penelitian ini adalah observasional analitik, pengambilan data secara cross sectional diambil dengan total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Masing-masing sampel dilakukan evaluasi posisi tip CDL melalui rontgen toraks kemudian di ukur jaraknya dari karina kemudian ditentukan posisinya.Kemudian dilakukan pemeriksaan kadar urea darah perifer dan setelah menjalani hemodialisis 30 menit Qb diturunkan sampai angka nol dan secara bersamaan sampel aliran darah selang arteri dan selang vena diambil masing-masing. Berdasarkan kadar ureum yang diukur kemudian nilai resikrikuasi akses dihitung dengan menggunakan Persen resirkulasi = ([P - A] [P - V]) × 100%. Hasil. Berdasarkan uji Regresi Linear pada data posisi tip CDL dengan data resirkulasi akses bahwa terdapat perbedaan yang dengan p = 0,000 (p < 0,05). Di mana semakin dalam posisi tip ke arah RA nilai resirkulasi semakin tinggi. Kesimpulan. Terdapat korelasi posisi tip catheter double lumen temporer vena subclavia dextra dengan kejadian resirkulasi akses hemodialisis pada pasien Penyakit Ginjal Kronik stadium V.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.BTK 03 - 23 Chr k
Uncontrolled Keywords: Recirculation access, hemodialysis, tip, catheter double lumen
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
CHRISTIAN DANANTONIM012115653007
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorYAN EFRATA SEMBIRINGNIDN197501282006041001
Thesis advisorOKY REVIANTO SEDIONONIDN197509262021001084
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 16 Sep 2026 01:15
Last Modified: 16 Sep 2026 01:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147040
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item