GENDER VIOLENCE THROUGH SEXISM TOWARD WOMEN IN #WOMENAREN’TFUNNY ON TIKTOK: MEDIA RECEPTION ANALYSIS ON MALE PERSPECTIVE IN AMERICAN TIKTOK USERS

Yulia Mega Puspita (2022) GENDER VIOLENCE THROUGH SEXISM TOWARD WOMEN IN #WOMENAREN’TFUNNY ON TIKTOK: MEDIA RECEPTION ANALYSIS ON MALE PERSPECTIVE IN AMERICAN TIKTOK USERS. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
121911233065_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (283kB)
[img] Text
121911233065_BAB I.pdf

Download (64kB)
[img] Text
121911233065_FULLTEXT.pdf

Download (5MB)
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Humor seringkali dikategorikan sebagai simbol maskulin yang melekat pada kemampuan laki-laki sehingga perempuan selalu dinarasikan sebagai ‘tidak lucu’ di media. Hal ini menimbulkan perdebatan dan kecenderungan masyarakat untuk menormalkan narasi tersebut, terutama di media sosial yang merupakan sarana berpengaruh yang digunakan saat ini. Dibandingkan dengan media massa, media sosial dapat melibatkan lebih banyak audiens dan bereaksi satu sama lain seperti di TikTok yang dapat digabungkan, dikomentari, disukai, dan dibagikan oleh semua pengguna. Melalui TikTok ditemukan #womenarerentfunny yang semua konten videonya telah ditonton lebih dari 60 juta kali. Hal tersebut dapat diduga dapat mempengaruhi budaya cara pandang masyarakat terhadap humor yang selalu dikaitkan dengan gender, terlepas dari kemampuan individu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan makna antara kreator laki-laki dan perempuan yang menerima narasi tidak lucu melalui konten yang diunggahnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis penerimaan media yang didukung oleh teori pengkodean Stuart Hall tentang bagaimana narasi ini terjadi dan didekodekan oleh masyarakat melalui TikTok dengan tambahan teori seksisme tidak langsung Sarah Mills untuk melihat makna seksis yang disampaikan oleh pemilik media. dan penonton. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pencipta laki-laki memiliki posisi dominan menggunakan konten yang cenderung menggunakan jenis seksisme tidak langsung, seperti humor, kolokasi, dan perspektif androsentris daripada perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan penindasan perempuan sebagai salah satu tindak kekerasan gender di media sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FIB.E 146 - 23 Yul g
Uncontrolled Keywords: Decoding, Encoding, Gender violence, Humor, Sexism
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Inggris
Creators:
CreatorsNIM
Yulia Mega PuspitaNIM121911233065
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorNurul Fitri HapsariNIDN0014078307
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 16 Sep 2026 03:43
Last Modified: 16 Sep 2026 03:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147101
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item