SULIATI, -
(2007)
KULTUR BIFASIK AGAR - DARAH SEBAGAI ALTERNATIF METODE CEPAT DAN SENSITIF UNTUK DETEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS.
Thesis thesis, -.
Abstract
Di Indonesia tuberkulosis JlOIU (TB) juga masih merupakan masalah
kesehatan, diperkirakan sekitar 583.000 kasus diternukan basil laban asam (BTA)
positif setiap tabUR.
Penegakkan diagnosa TB pada program Nasional penaggulangan TB
berdasar pemeriksaan mikroskopis BT A dari sputum sewaktu - pagi - sewaktu
(S-P-S) namun ada kendala sensitivitas .
Diagnosis definitif tuberkulosis JlOIU berdasar pemeriksaan kuhur untuk
deteksi Mycobacterium tuherkuIosis merupakan uji yang paling akurat sampai saat
ini, namun kultur pada media padat juga masih !erdapat kendala yaitu
memerlukan waktu cukup lama.
Tujuan penelitian ini untuk membuktikan perbedaan sensilivitas deteksi
dan kecepatan pertumbuhan Mykobacterium tuberculosis pada media kultur
bifilsik agar -darah dengan media Lowenstein-Jensen.
Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan 68 sampel sputum yang berasal
dari penderita dengan suspek tuberkulosis JlOIU di poli JlOIU RSU Dr Soetomo.
Sputum dilakukan dekontarninasi dan konsentrasi menggunakan metnde
modifikasi alkali Petroff (WHO). Sedimen dikultur pada media bifilsik agar -
darah dan Lowenstein-Jensen.
Perbedaan tingkat sensitivitas detekksi Alycobacterium tuherculo.'iis antara
kultur pada media bifasik agar - darah dengan Lowenstein-Jensen, diamati pada
hari ketiga sampai hari ketujuh, dan analisis basil penelitian secara deskriptif
Perberlaan kecepatan pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis antara
kultur pada media bifilsik agar darah dengan Lowenstein-Jensen dilakukan
analisis menggunakan uji statistik Mann-Whitney, pada pengamatan hari ke tujob.
Hasil penelitian menunjukan bahwa : Sensitivitas deteksi Mycobacterium
tuberculOSIS pada kultur menggunakan media bifasik agar - darah pada
pengamatan hari ketiga sodah dapat dideteksi Mycobacterium tuberculosis dari
seluruh sampel 36 sputum BTA positif (1+,2+,3+) menunjukan pertumbuhan
100%; dan dari 32 sampel BTA negatif masih dapa! dideteksi Mycobacterium
tuberculosis pada 25 sampel (78,14 %). Pada kultur menggunakan media
Lowenstein - Jensen tidak. dapat dideteksi A!ycobaclerium lubercuJo..,i,'i dari
semua sampel 32 sputum BTA negatif (-) sampai pengarnatan hari ketujuh; dan
dari 36 sampel sputum BTA positif(I+, 2+, 3+) juga belurn dapat dideteksi.pada
pengamatan hari ketujuh.
Actions (login required)
 |
View Item |