PERBEDAAN KADAR SDH (SORBITOL DEHYDROGENASE) SERUM SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN REMDESIVIR PADA PASIEN COVID-19

KUSTIAH (2022) PERBEDAAN KADAR SDH (SORBITOL DEHYDROGENASE) SERUM SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN REMDESIVIR PADA PASIEN COVID-19. Other thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011818156302_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (218kB)
[img] Text (BAB I)
011818156302_BAB I.pdf

Download (47kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011818156302_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Antivirus remdesivir berpotensi menyebabkan cedera hati pada pasien Covid-19 yang umumnya terlihat dengan peningkatan alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST). Sorbitol dehydrogenase (SDH) merupakan enzim sitoplasma hati dan dapat meningkat pada cedera hati akut, sehingga diusulkan sebagai biomarker alternatif pada cedera hati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar SDH serum dan enzim hati lainnya sebelum dan sesudah terapi remdesivir pada pasien Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik kohort observasional prospektif yang dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur bulan September dan November 2022 pada 34 pasien covid-19 (diuji positif dengan RT-PCR) dan mendapat terapi antivirus selama minimal 5 hari. Pengambilan darah dilakukan dua kali, sebelum terapi remdesivir dan setelah minimal 5 hari terapi remdesivir. Pemeriksaan kadar SDH dengan metode sandwich ELISA dan kadar enzim liver AST, ALT, bilirubin direk, bilirubin total, alkaline phosphatase (ALP) dan gamma-glutamil transferase (GGT) dengan Alinity c analyzer. Analisis statistik dilakukan dengan uji Wilcoxon dan uji Spearman. Hasil: Subjek penelitian berjumlah 34 orang; 18 laki-laki dan 16 perempuan dengan median usia 52 tahun. Median kadar SDH serum sebelum dan sesudah terapi berturut-turut adalah 0,75 U/L dan 0,85 U/L. Median selisih AST, ALT, bilirubin direk, bilirubin total, ALP dan GGT berturut-turut adalah -3,75 mg/dL; -2 mg/dL; 0,045 mg/dL; 0,05 mg/dL; -3,5 mg/dL; -1 mg/dL. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada kadar SDH (p=0,984), AST (p=0,140), ALT (p=0,301), Bilirubin total (p=0,567), Bilirubin direk (p=0,091), ALP (p=0,313) dan GGT (p=0,871) sebelum dan sesudah terapi remdesivir. Hasil yang tidak jauh berbeda diperlihatkan juga pada analisis berdasarkan kategori komorbid, tingkat keparahan dan luaran. Tidak ada korelasi antara tingkat SDH dan enzim hati lain (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan kadar SDH dan biomarker biokimia fungsi hati sebelum dan setelah pemberian terapi antivirus remdesivir pada penderita Covid-19.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.PK 14 - 23 DR. p
Uncontrolled Keywords: Covid-19, Remdesivir, SDH
Subjects: R Medicine > RB Pathology > RB37-56.5 Clinical pathology. Laboratory technique
R Medicine > RC Internal medicine > RC799-869 Diseases of the digestive system. Gastroenterology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Patologi Klinik
Creators:
CreatorsNIM
KUSTIAHNIM011818156302
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 16 Sep 2026 04:13
Last Modified: 16 Sep 2026 04:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147119
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item