SARWENDAH PRATIWI BUDIMAN (2022) FAKTOR RESIKO RESEKSI USUS PADA INTUSUSEPSI PRIMER DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA (2019-2021). Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011618256301_HALAMAN JUDUL.pdf Download (116kB) |
|
|
Text (BAB I)
011618256301_BAB I.pdf Download (36kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011618256301_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Intususepsi merupakan kasus tersering yang menjadi penyebab dari obstruksi saluran cerna pada bayi dan anak. Terapi nya meliputi berbagai modalitas dari non operatif hingga operatif melalui laparotomi atau laparoskopi dengan reduksi manual hingga reseksi usus bila intususepsi tidak tereduksi secara manual. Dengan menemukan faktor pengontrol yang berhubungan dengan reseksi usus, maka dapat mengurangi perlunya reseksi usus pada intususepsi anak Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik retrospektif untuk faktor-faktor resiko reseksi usus pada pasien dengan intususepsi tanpa poin patologis. Data diambil dari data pasien bedah anak yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2019 hingga Desember 2021 yang dilakukan laparotomi manual reduksi dan atau reseksi usus dan tidak ditemukan adanya poin patologis. Hasil: Terdapat 48 pasien memenuhi kriteria dan dari keseluruhan subjek terdapat sebanyak 21 pasien (43,8%) menjalani reseksi usus dan sebanyak 27 pasien (56,3%) berhasil di manual reduksi. Dari hasil analisis statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara kejadian reseksi dengan tipe intususepsi (p value 0,015), di mana lebih banyak terdapat pada tipe ileocolica. Perhitungan Odds ratio reseksi usus lebih besar pada pasien yang memiliki onset gejala di bawah 72 jam (OR 1,882), teraba massa pada abdomen (OR 1,939) dan memiliki ketidak seimbangan elektrolit (OR 1,718). Mortality rate pada pasien intususepsi tahun 2019-2021 sebesar 8,3%. Kesimpulan: Faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian reseksi pada intususepsi primer adalah tipe intususepsi, dengan intususepsi ileocolica yang memiliki resiko tertinggi. Faktor lain yang memiliki resiko untuk terjadinya reseksi adalah onset red currant jelly stool di bawah 72 jam, teraba massa pada abdomen dan ketidak seimbangan elektrolit, meski pada analisis statistik tidak didapatkan hubungan yang signifikan. Kata kunci: intususepsi primer, faktor resiko, reseksi usus
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.BA 04 - 23 Sar f | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | primary intussusception, risk factors, intestinal resection | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery > RD520-599.5 Surgery by region, system, or organ R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents |
||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Bedah Anak (Spesialis) | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||||
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 07:31 | ||||||
| Last Modified: | 17 Sep 2026 07:31 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147137 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


