ALMIRA AULIA SHAHNAZ (2022) PERBEDAAN INDEKS APOPTOSIS PLASENTA DENGAN DAN TANPA INFEKSI CORONAVIRUS DISEASE-19 DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011618086305_HALAMAN JUDUL.pdf Download (355kB) |
|
|
Text (BAB I)
011618086305_BAB I.pdf Download (41kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011618086305_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Latar belakang: Transmisi transplasenta pada kehamilan dengan infeksi COVID-19 jarang terjadi, meski begitu infeksi SARS-CoV2 pada kehamilan berulang kali dilaporkan memberi dampak pada plasenta. Kelainan histopatologi pada jaringan plasenta akibat infeksi COVID-19 telah beberapa kali dilaporkan. Satu laporan kasus serial melaporkan gambaran apoptosis pada jaringan plasenta dengan pemeriksaan pembelahan caspase-3 (Cribiù et al., 2021). Apoptosis merupakan salah satu bentuk fisiologi jaringan dalam regenerasi sel. Pada plasenta, peningkatan apoptosis merupakan pertanda dari luaran buruk pada janin (S. C. Smith et al., 1997). Adanya infeksi oleh SARS-COV-2 pada ibu hamil mempengaruhi fungsi respirasi dan mengakibatkan penurunan pO2 pada darah (hipoksia) pada tubuh ibu, sehingga mempengaruhi perfusi plasenta yang mengakibatkan hipoksia pada plasenta. Peningkatan mediator inflamasi pada infeksi COVID-19 juga mengakibatkan meningkatnya reactive oxygen species pada ibu. Aktivitas apoptotik dari virus juga dapat mempengaruhi apoptosis plasenta pada kejadian viremia. Kondisi-kondisi ini dapat mengakibatkan aktivasi caspase pada plasenta, sehingga mengakibatkan terpogramnya kematian sel dan terjadi apoptosis. Tujuan: Mengetahui perbedaan indeks apoptosis plasenta pada wanita hamil dengan berbagai derajat severitas infeksi COVID-19 Metode penelitian: Studi observasional analitik dengan desain potong lintang retrospektif dengan sampel blok paraffin plasenta 34 wanita hamil terinfeksi COVID-19 dan 31 wanita hamil tidak terinfeksi COVID-19 sebagai kelompok kontrol yang didiagnosis melalui pemeriksaan swab RT-PCR SARS- CoV-2 dengan hasil positif/negatif pada usia kehamilan trimester ketiga (> 28 minggu) yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jaringan plasenta kemudian dibuat menjadi slide dan dicat dengan reagen TUNEL assay. Slide kemudian dinilai indeks apoptosisnya dan dianalisis. Hasil: Uji komparasi antara kelompok dengan infeksi dan tanpa infeksi COVID-19 memiliki nilai p=0,001, menunjukkan terdapat perbedaan signifikan rerata indeks apoptosis antara pasien yang terinfeksi COVID-19 dan tidak terinfeksi COVID-19. Uji komparasi antara kelompok bergejala dan tanpa gejala dengan nilai p=0,728, menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara indeks apoptosis pada kelompok dengan dan tanpa gejala COVID-19. Uji komparasi antar derajat severitasi COVID-19 menunjukkan nilai p = 0,909, tidak diapatkan perbedaan bermakna indeks apoptosis antar tingakt severitas gejala COVID-19. Kesimpulan: Terdapat perbedaan indeks apoptosis plasenta pada ibu hamil dengan dan tanpa infeksi COVID-19, namun tidak ada perbedaan indeks apoptosis plasenta ibu hamil dengan COVID-19 tanpa gejala maupun dengan berbagai derajat severitas infeksi COVID-19.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 06:48 | ||||
| Last Modified: | 17 Sep 2026 06:48 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147139 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


