MEKANISME PERBAIKAN EROSI MUKOSA GASTER PASCA TERAPI OKSIGEN HIPERBARIKPADA TIKUS WISTAR MODEL EROSI MUKOSA GASTER YANG DIINDUKSI NSAID

MOH. FATHI ILMAWAN DR. SPPD, - (2022) MEKANISME PERBAIKAN EROSI MUKOSA GASTER PASCA TERAPI OKSIGEN HIPERBARIKPADA TIKUS WISTAR MODEL EROSI MUKOSA GASTER YANG DIINDUKSI NSAID. Doctoral thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (BAB I)
011817017323 BAB I.pdf

Download (73kB)
[img] Text (HALAMAN I)
011817017323 HALAMAN I.pdf

Download (240kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011817017323.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

ABSTRAK MEKANISME PERBAIKAN EROSI MUKOSA GASTER PASCA TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK PADA TIKUS WISTAR MODEL EROSI MUKOSA GASTER YANG DIINDUKSI NSAID Latar Belakang: Erosi atau peradangan mukosa lambung atau gastritis, masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat. Salah satu penyebab tersering erosi mukosa lambung adalah konsumsi obat-obatan anti inflamasi non steroid (OAINS), misalnya aspirin. Mekanisme kerja aspirin yang menghambat enzim cyclooxygenase (COX), menyebabkan berkurangnya aliran darah dan peningkatan reactive oxygen species (ROS). Penelitian pendahuluan membuktikan bahwa erosi mukosa gaster yang diinduksi aspirin mengalami perbaikan setelah diberikan terapi oksigen hiperbarik (TOHB) 2,4 ATA, selama 5 dan 10 hari. Mekanisme perbaikan erosi mukosa gaster tersebut diduga dapat melalui penurunan kadar MDA, ekspresi Nf?B, IL-8, dan MMP-9, serta peningkatan ekspresi IL-10, FGF, dan occludin Tujuan: Mengetahui adanya perbaikan erosi mukosa gaster pasca TOHB 2,4 ATA melalui penurunan kadar MDA, ekspresi NF?B, IL-8, dan MMP-9, serta peningkatan ekspresi IL-10, FGF, dan occludin pada tikus Wistar model erosi mukosa gaster yang diinduksi OAINS. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan posttest only control group. Sampel penelitian adalah 28 ekor tikus Wistar jantan yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian dialokasikan secara random ke dalam empat kelompok penelitian: (1) Kelompok kontrol negatif, yang tidak diinduksi aspirin dan tidak mendapatkan TOHB, (2) Kelompok kontrol positif, yang diberi aspirin 30mg/hari selama 10 hari, namun tidak diberikan terapi OHB, (3) Kelompok perlakuan P1, yang diberikan oksigen hiperbarik 2,4 ATA selama 3x30 menit/hari (air break 5 menit) selama 5 hari, setelah induksi aspirin 30mg/kgBB/hari selama 10 hari (4) Kelompok perlakuan P2, yang diberikan oksigen hiperbarik pada tekanan 2,4 ATA selama 3x30 menit/hari (air break 5 menit) selama 10 hari, setelah induksi aspirin 30mg/kgBB/hari selama 10 hari. Hasil: Terdapat perbaikan signifikan pada erosi mukosa gaster pasca terapi OHB 2,4 ATA selama 5 hari, berupa penurunan defek epitel (p<0,001), kadar MDA (p<0,001), IL-8 (p<0,001), dan MMP-9 (p=0,042). Selain itu, juga terjadi peningkatan ekspresi IL-10 (p=0,001), dan FGF (p=0,016). Kesimpulan: Pemberian terapi OHB 2,4 ATA selama 5 hari secara signifikan dapat memperbaiki erosi mukosa gaster pada tikus Wistar model erosi mukosa gaster yang diinduksi OAINS, melalui penurunan kadar MDA, IL-8, dan MMP-9, serta peningkatan ekspresi IL-10, dan FGF. Kata Kunci: Erosi mukosa gaster, aspirin, terapi OHB, MDA, FGF

Item Type: Thesis (Doctoral)
Additional Information: KKA KK D.FK. 12 - 23 Moh m
Uncontrolled Keywords: Keywords : Gastric mucosal erosion, aspirin, HBOT, MDA, FGF
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology
Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S3 Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
MOH. FATHI ILMAWAN DR. SPPD, -NIM011817017323
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSOETJIPTO, -NIM195002171978031002
Thesis advisorMUHAMMAD MIFTAHUSSURUR, -NIM197909292008121003
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 18 Sep 2026 01:23
Last Modified: 18 Sep 2026 01:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147184
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item