PEMANFAATAN BIOFERTILIZER DENGAN KOMBINASI VARIASI DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill)

DANA PUTRI ANGGRAINI (2018) PEMANFAATAN BIOFERTILIZER DENGAN KOMBINASI VARIASI DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
216. SKRIPSI DANA PUTRI ANGGRAINI (081311433012).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan biofertilizer dengan kombinasi variasi dosis dan frekuensi pemberian terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan faktorial 5x3 dengan 3 kali pengulangan tiap ulangan terdiri atas 5 tanaman. Faktor dosis biofertilizer yaitu B0 (hanya air), BK (pupuk kimia 5g/tanaman),B5 (5 mL biofertilizer/tanaman), B10 (10 mL biofertilizer/tanaman), B15 mL biofertilizer/tanaman). Faktor frekuensi pemberian biofertilizer yaitu F1 (1 kali pemberian, 7 hari setelah tanam), F2 (2 kali pemberian, 7 hari setelah tanam dan 21 hari setelah tanam), dan F3 (3 kali pemberian, 7 hari setelah tanam, 21 hari setelah tanam, dan 35 hari setelah tanam). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA 2 arah dengan derajat signifikansi 0,05 dilanjutkan dengan uji Duncan dan menggunakan uji Brown Forsythe dengan derajat signifikansi 0,05 dilanjutkan dengan uji Games Howell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai. Hasil terbaik pada perlakuan dosis B15, yaitu pada parameter tinggi tanaman (62,55 ± 5,449 cm/tanaman), jumlah bintil akar (12,5 ± 2,72), berat basah tanaman (26,3 ± 10,2 g/tanaman), jumlah polong (18,8 ± 1,22) dan berat basah biji (10,6 ± 0,35 g/tanaman). Perlakuan frekuensi berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai. Hasil terbaik pada perlakuan F3, yaitu pada parameter tinggi tanaman (64,69 ± 1,790 cm/tanaman), jumlah bintil akar (11,92 ± 1,92), berat basah tanaman (23,16 ± 6,58 g/tanaman), dan berat basah biji (8,92 ± 1,22 g/tanaman), sedangkan pada parameter jumlah polong hasil terbaik adalah F2 (17 ± 2,25). Perlakuan pemanfaatan biofertilizer dengan kombinasi variasi dosis dan frekuensi pemberian berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai. Hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman (66,52 ± 1,052 cm/tanaman) dan berat basah tanaman (34 ± 8,4 g/tanaman) adalah perlakuan B15F3, sedangkan hasil terbaik pada parameter jumlah bintil akar (14,2 ± 3,03), jumlah polong (19,6 ± 2,44) dan berat basah biji (11 ± 2,17 g/tanaman) adalah perlakuan B15F2.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: biofertilizer, tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill), pertumbuhan tanaman, produktivitas tanaman.
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM
DANA PUTRI ANGGRAININIM081311433012
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAgus SupriyantoNIDN0024086208
Thesis advisorTri NurhariyatiNIDN0013116702
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 17 Sep 2026 04:45
Last Modified: 17 Sep 2026 04:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147287
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item