NASTASYA NUNKI, - (2022) MIKROVESIKEL (CD42b, CD41a, CD14), ANNEXIN V, DAN D-DIMER PADA PENDERITA COVID-19 DENGAN MANIFESTASI KLINIS RINGAN, SEDANG, DAN BERAT. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
012014153012 HALAMAN I.pdf Download (187kB) |
|
|
Text (BAB I)
012014153012 BAB I.pdf Download (41kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
012014153012.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Karakteristik COVID-19 dengan peradangan, koagulopati menyebabkan aktivasi trombosit dan monosit, dan fibrinolisis menghasilkan D-dimer. Aktivasi trombosit dan monosit menghasilkan microvesicles (MV). Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi MV trombosit dan MV monosit dengan Annexin V-positif pada pasien COVID-19 dengan manifestasi klinis ringan, sedang, dan berat dihubungkan dengan D-dimer. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Diagnosis COVID-19 dilakukan dengan nucleic acid amplification test (NAAT). Sampel darah diambil dari 90 pasien COVID-19 dengan berbagai manifestasi klinis, dengan sembilan (9) sukarelawan sehat sebagai kontrol untuk gatting mikrovesikel. Sampel dianalisis untuk mikrovesikel setelah diwarnai dengan antibodi spesifik untuk mikrovesikel trombosit (MVCD42b, MVCD41a), mikrovesikel monosit (MVCD14), dan Annexin V (PS) pengikat fosfatidilserin menggunakan BD FACSCalibur. Data D-dimer di dapat dari sistem informasi laboratorium. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMV meningkat secara signifikan pada pasien COVID-19 dengan berbagai manifestasi klinis. Menariknya jumlah AnnV+ MVCD42b dan AnnV+ MVCD41a menonjol pada manifestasi klinis yang berat daripada sedang. D-dimer berkorelasi dengan AnnV+ MVCD41+ p=0,047, r=0,258. Kesimpulan: Kesimpulannya, MVCD42b dan MVCD41a pada pasien COVID-19 meningkat secara signifikan pada manifestasi klinis yang berat daripada sedang. Kadar D-dimer meningkat pada pasien COVID-19 dengan manifestasi klinis sedang sampai berat, dan MVCD41a berkorelasi dengan D-dimer. Dengan demikian MV dapat digunakan sebagai biomarker baru yang potensial untuk COVID-19.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KD 10 - 23 Nas m | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | COVID-19, microvesicles, D-dimer, Annexin V, CD42b, CD41a, CD14 | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Magister Ilmu Kedokteran Dasar | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 01:06 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Sep 2026 01:06 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147297 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


