HUBUNGAN KADAR FIBRINOGEN SERUM DAN DERAJAT FIBROSIS PARU PADA PASIEN COVID-19 DENGAN CORE BIOPSY POST MORTEM

ADHITRI ANGGORO (2022) HUBUNGAN KADAR FIBRINOGEN SERUM DAN DERAJAT FIBROSIS PARU PADA PASIEN COVID-19 DENGAN CORE BIOPSY POST MORTEM. Other thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011818096303_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (490kB)
[img] Text (BAB I)
011818096303_BAB I.pdf

Download (42kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011818096303_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 dideklarasikan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemi dan menyebabkan banyak kematian. Bersamaan dengan terjadinya gagal multi organ, peningkatan fibrinogen terjadi pada penyakit derajat berat. Dalam kaskade koagulasi, fibrinogen diubah menjadi fibrin. Deposit fibrin yang berlebihan akan meningkatkan respons inflamasi dan memicu terjadinya fibrosis paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar fibrinogen serum dengan terjadinya fibrosis paru pada pasien COVID-19 dengan teknik core biopsy. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan prospective di RSUD Dr. Soetomo selama bulan Juli 2020 – Desember 2020. Kadar fibrinogen dibandingkan dengan jaringan paru berupa fibrosis paru dan derajat fibrosisnya dengan menggunakan program SPSS. Hasil: Karakteristik umum dari 37 sampel yang diperoleh didapatkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan rerata usia 48.86 tahun. Terdapat peningkatan marker inflamasi berupa Fibrinogen dengan kadar rerata 616.14 mg/dL dan dari pemeriksaan histopatologi didapatkan 35 sampel fibrosis positif. Ashcroft scale 5 merupakan derajat fibrosis yang paling banyak ditemukan (37.8%). Hasil uji korelasi Spearmen antara kadar fibrinogen serum dan derajat fibrosis paru dengan Ashcroft scale menunjukkan tidak ada hubungan bermakna dengan nilai p 0.716. Sedangkan Uji perbedaan dengan Mann-Whitney didapatkan perbedaan bermakna terkait kadar fibrinogen serum dengan fibrosis paru positif dan negatif dengan nilai p 0.019. Cut-off point kadar fibrinogen serum yang menyebabkan fibrosis paru dapat ditentukan dengan analisis kurva ROC dengan hasil 362 mg/dL. Kesimpulan: Tidak didapatkan hubungan bermakna antara kadar fibrinogen serum dan derajat fibrosis paru dengan Ashcroft scale, yang artinya peningkatan kadar fibrinogen serum tidak selalu diikuti dengan meningkatnya derajat fibrosis Ashcroft scale.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.PKR 11 - 23 Adh h
Uncontrolled Keywords: COVID-19. Fibrinogen serum, Lung fibrosis, Ashcroft scale
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Paru
Creators:
CreatorsNIM
ADHITRI ANGGORONIM011818096303
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorISNIN ANANG MARHANANIDN8805800016
Thesis advisorETTY HARY KUSUMASTUTIUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 17 Sep 2026 08:33
Last Modified: 17 Sep 2026 08:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147391
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item