YOHANES SANTOSA H (2022) GAMBARAN TUMOR SACROCOCCYGEAL TERATOMA PADA ANAK DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA PERIODE JANUARI 2016 – JUNI 2022. Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011618256303_HALAMAN JUDUL.pdf Download (134kB) |
|
|
Text (BAB I)
011618256303_BAB I.pdf Download (31kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011618256303_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (932kB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Tumor sacrococcygeal teratoma memiliki insidensi sekitar 1: 35.000- 40.000 kelahiran hidup. Di Finlandia angka insidensi SCT cukup tinggi, sekitar 1 : 10.700 kelahiran hidup. Di Sweden, insidensi SCT sedikit lebih rendah, di kisaran 1: 13.982 angka kelahiran hidup. Sampai saat ini belum ditemukan data mengenai insidensi tumor SCT di Asia terutama di Indonesia. Metode: Penelitian dilakukan deskritif secara retrospektif dengan mengumpulkan data pasien melalui rekam medis di RSUD dr. Soetomo Surabaya dari tahun Januari 2016 hingga Juni 2022. Hasil: Pasien anak terbanyak terdiagnosis tumor SCT adalah pada usia kurang dari 2 bulan sebanyak 11 orang atau 68,7%, sedangkan yang terdeteksi pada usia lebih dari 2 bulan adalah sebabanyak 5 orang atau 31,3% dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 11 orang (68,7%) dan laki – laki 5 orang (31,3%). Gejala utama yang dialami oleh pasien dengan tumor SCT di RSUD Dr. Soetomo saat pertama kali datang adalah benjolan di pantat. Selalin itu gangguan lain yang dialami oleh pasien, seperti gangguan BAB maupun gangguan BAK. Keluhan benjolan di pantat ditemukan pada 15 orang (93,75%) dan keluhan BAK pada 1 orang (6,25%) Terdapat peningkatan dari penanda tumor AFP pada 11 orang pasien (68,75%) dan normal pada 5 orang (31,25%). Sedangkan pada beta HCG, terdapat peningkatan pada 1 orang pasien saja (6,25%) Tipe terbanyak yang ditemukan pada anak dengan tumor SCT di RSUD Dr. Soetomo adalah SCT Altman tipe 1 sebanyak 8 orang ( 50%), tipe 2 sebanyak 6 oraang (37,5%), dan tipe 3 sebanyak 2 orang (12,5%) Kesimpulan: Tumor SCT pada anak – anak merupakan tumor yang dapat dideteksi sejak dalam kandungan dan memerlukan penanganan secepatnya setelah lahir, karena memiliki potensial keganasan jika terlambat ditangani. Kata Kunci: pediatri, tumor sacrococcygeal teratoma, kongenital
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.BA 05 - 23 Yoh g | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | pediatric, sacrococcygeal teratoma tumor, congenital | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents |
||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Bedah Anak (Spesialis) | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||||
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 03:28 | ||||||
| Last Modified: | 18 Sep 2026 03:28 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147443 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


