ANINDIA INDRASWARI (2022) KESESUAIAN PENATALAKSANAAN PASIEN DERMATITIS ATOPIK DEWASA DENGAN PEDOMAN PRAKTIK KLINIS DI DIVISI ALERGI IMUNOLOGI URJ KULIT DAN KELAMIN RSUD DR. SOETOMO SURABAYA PERIODE 2016-2020. Thesis thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011818046302_HALAMAN JUDUL.pdf Download (602kB) |
|
|
Text (BAB I)
011818046302_BAB I.pdf Download (42kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011818046302_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Dermatitis atopik (DA) merupakan penyakit keradangan kulit yang kronis, yang ditandai dengan munculnya lesi kemerahan, bersifat kumat-kumatan dan dirasa gatal. Dermatitis atopik merupakan masalah kesehatan masyarakat dunia, dengan prevalensi pada anak sebesar 10-20% dan pada dewasa sekitar 1-3%. Pada pasien dewasa, DA dibagi menjadi 2 tipe yaitu DA persisten yang merupakan perkembangan dari DA di masa kanak-kanak dan DA onset dewasa yang baru muncul pada saat dewasa. Kriteria diagnosis yang umum digunakan di Indonesia adalah kriteria Hanifin-Rajka yang meliputi kriteria mayor dan minor. Pedoman Asia Pasifik membuat penatalaksanaan pada DA yang tertuang dalam 5 pilar penatalaksanaan DA meliputi edukasi pasien, pencegahan dan modifikasi faktor pencetus, peningkatan fungsi sawar kulit yang optimal, penatalaksanaan kelainan kulit inflamasi, dan kontrol siklus gatal garuk. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional retrospektif yang bertujuan untuk mengevaluasi profil dan menganalisis kesesuaian penatalaksanaan pasien baru DA dewasa dengan PPK Soetomo 2013 di Divisi Alergi Imunologi Unit Rawat Jalan (URJ) Kesehatan Kulit Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2016-2020. Data diperoleh dari data sekunder berupa status rekam medis Kelompok Studi Imunodermatologi dan Dermatosis Akibat Kerja (KSIDAK) dan EMR untuk DA. Penelitian ini meliputi 243 pasien baru DA dewasa selama 5 tahun periode 2016-2020. Jenis kelamin perempuan dengan jumlah 167 pasien (68,7%) lebih banyak dibandingkan laki-laki dengan jumlah 76 pasien (31,3%). Kelompok usia terbanyak adalah pada kelompok usia 20-34 tahun dengan jumlah 138 pasien (56,6%). Faktor pencetus terbanyak pada DA adalah makanan dengan jumlah 120 pasien (49,4%). Terapi oral yang paling banyak diberikan adalah antihistamin dengan jumlah 173 pasien (71,2%) dan terapi topikal yang paling banyak diberikan adalah pelembab dengan jumlah 152 pasien (62,5%). Terapi antihistamin yang banyak diberikan adalah cetirizine 10mg 1x1 sebanyak 88 pasien (36,2%) dan terapi pelembab yang banyak diberikan adalah atopiclair lotion sebanyak 59 pasien (24,2%). Analisis kesesuaian antara penatalaksanaan pasien baru DA dewasa pada penelitian ini dengan PPK Soetomo 2013 menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara jenis obat oral dan topikal dengan PPK, namun terdapat ketidaksesuaian pada dosis antihistamin dan dosis antibiotik dengan PPK, dan untuk dosis kortikosteroid tidak dapat dianalisis.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.KKK 05 - 23 Ani k | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Adult atopic dermatitis, management | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RL Dermatology | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 01:00 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Sep 2026 01:00 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147632 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


