MEMAHAMI DAN MENGUBAH POSISI SUBJEK IDENTITAS MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR) DI SURABAYA SEBAGAI ALTERNATIF ATAS PERSOALAN KEMISKINAN

ADNAN PRAYUWONO, - (2022) MEMAHAMI DAN MENGUBAH POSISI SUBJEK IDENTITAS MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR) DI SURABAYA SEBAGAI ALTERNATIF ATAS PERSOALAN KEMISKINAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
121814153010 HALAMAN I.pdf

Download (165kB)
[img] Text (BAB I)
121814153010 BAB I.pdf

Download (70kB)
[img] Text (FULL TEXT)
121814153010.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan memecahkan dua problem terkait masalah kemiskinan dalam wacana Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya dalam kaitannya pada persoalan subjek. Problem pertama diatasi dengan jalan menjelaskan bagaimana posisi subjek tersebut bisa terbentuk oleh wacana yang telah ada, dalam konteks ini yakni wacana MBR. problem kedua, yakni bagaimana mengubah posisi subjek yang telah ada yakni dengan mencari subjek alternatif melalui jalan dekonstruksi. Penelitian ini memanfaatkan teori wacana Laclau dan Mouffe untuk membedah persoalan subjek dalam wacana MBR dengan asumsi dasar bahwa segala sesuatu termasuk subjek dibentuk serta distrukturisasi oleh wacana dan dengan begitu tindakan subjek bergantung pada wacana. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi titik nodal pada setiap sumber teks –mencakup teks pendapat dari pembuat kebijakan, teks perwali, teks berita dan teks wawancara masyarakat. Hasil analis teks-teks tersebut mengindikasikan adanya hegemoni yang menginterpelasi posisi subjek, yakni posisinya sebagai MBR. Hegemoni mengekslusi wacana-wacana lain seperti hak-hak kewarganegaraan dan kesejahteraan sosial, sehingga fokus pemecahan dari problem kemiskinan hanya berfokus dan berkutat pada prioritasisasi dan akurasi data. Melalui analisis kedua dengan mendekonstruksi titik-titik nodal seperti: data, bantuan, dan peraturan sekaligus menyisipkan wacana-wacana alternatif seperti republikanisme dan welfare state agar dapat memberikan daya dorong terhadap subjek, dalam hal ini yakni subjek masyarakat sebagai MBR menjadi subjek sebagai warga negara. Maka kemiskinan yang penangannanya berfokus pada prioritasisasi digeser menjadi penanganan atas pemenuhan hak-hak sosial kewarganegaraan yang berlandas keadilan sosial. Implikasinya, problem-problem seperti bantuan tidak tepat sasaran dapat terselesaikan karena semua orang berposisi setara (kaya/miskin) dan berhak menuntut hak-haknya sebagai warga negara. Hasil analisis lebih lanjut menunjukan bahwa tidak diperlukan lagi subjek sebagai yang miskin dengan ketiadaan prioritasisasi, namun yang ada hanya subjek warga negara yang tidak dipenuhi hak-haknya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 T.FIB.KSB 08 - 23 Adn m
Uncontrolled Keywords: Subject, Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Poverty, Discourse, Laclau, Mouffe
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > S2 Kajian Sastra dan Budaya
Creators:
CreatorsNIM
ADNAN PRAYUWONO, -NIM121814153010
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorLISTIYONO SANTOSO, -NIP197207182000031001
Thesis advisorDIAH ARIANI ARIMBI, -NIP197004051994032003
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 22 Sep 2026 05:26
Last Modified: 22 Sep 2026 05:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147674
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item