FANNY EVASARI LESMANAWATI (2022) HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT TERHADAP MORTALITAS PASIEN LUKA BAKAR FASE AKUT TERINFEKSI DAN TIDAK TERINFEKSI COVID-19 DI RSUD DR SOETOMO SURABAYA PERIODE TAHUN 2020-2022. Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011718246301_HALAMAN JUDUL.pdf Download (158kB) |
|
|
Text (BAB I)
011718246301_BAB I.pdf Download (42kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011718246301_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Setelah kemunculannya pada bulan Desember 2019, prevalensi penyakit virus corona 2019 (COVID-19) tercatat sekitar 23 juta kasus di seluruh dunia. Peradangan berperan dalam patofisiologi COVID-19 dan luka bakar. Rasio neutrofil terhadap limfosit (NLR) adalah tes sederhana dan murah yang dapat digunakan untuk mendeteksi status peradangan secara keseluruhan. Nilai NLR belum diperiksa secara menyeluruh pada penderita COVID-19 dan luka bakar. Pada penelitian ini akan dievaluasi nilai NLR kurang dari 72 jam sejak kejadian luka bakar sebagai faktor risiko kematian pada pasien luka bakar terinfeksi dan tidak terinfeksi COVID-19. Metode: Penelitian retrospektif dilakukan antara bulan April 2020 hingga Maret 2022 di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. Data variabel yang dikumpulkan yaitu: jenis kelamin, usia, penyebab luka bakar, komorbiditas, persentase total luas permukaan tubuh (total body surface area/ %TBSA), lama rawat inap (length of stay/ LoS), mortalitas, jumlah neutrofil dan limfosit. Nilai NLR adalah rasio antara jumlah neutrofil dan limfosit absolut. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Mann-Whitney dengan nilai signifikan jika nilai p<0.05. Hasil: Berdasarkan data dari 126 pasien luka bakar terinfeksi dan tidak terinfeksi COVID-19, mean dan standard deviation (SD) NLR untuk pasien yang meninggal lebih tinggi (berurutan 12.05 dan 9.7) dibandingkan dengan pasien yang hidup (7.92 dan 5.9, berurutan). Analisis kurva receiver operating characteristic (ROC) menunjukkan nilai kurva area under ROC (AUC) untuk nilai NLR sebesar 0.626 (95% confidence interval (CI): 0.535-0.71), yang secara statistik signifikan, yaitu nilai cut-off NLR > 6.97 dengan nilai sensitivitas 64.3%, spesifisitas 59.5%, dan p = 0.021. Risiko mortalitas dengan NLR > 6.97 memiliki akurasi 61.11%, nilai prediksi negatif 76.92%, dan nilai prediksi positif 44.26%. Nilai NLR kelompok luka bakar terinfeksi COVID-19 lebih rendah (mean?SD 8.91?1.53) dibandingkan tidak terinfeksi (mean?SD 9.36?0.75). Sebanyak 43.75% pasien luka bakar dengan COVID-19 memiliki NLR >6.97 berbanding 49% pada pasien non-COVID-19. Mortalitas pada kelompok dengan NLR >6.97 pada kelompok tidak terinfeksi dan terinfeksi sebesar 44.4% dan 75%. Mortalitas pada kelompok dengan NLR ?6,97 pada kelompok terinfeksi dan tidak terinfeksi COVID-19 sebesar 28.6% dan 30.2%. Kesimpulan: Nilai NLR berhubungan dengan risiko kematian pada pasien luka bakar, baik terinfeksi maupun tidak terinfeksi COVID-19, dan dapat digunakan sebagai pendekatan yang murah dan mudah diakses untuk mengidentifikasi indikasi pemantauan perawatan intensif bagi pasien.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.BPRE 09 - 23 Fan h | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Neutrophil-to-Lymphocyte ratio; NLR; COVID-19; Burn; Mortality | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery > RD92-97.8 Emergency surgery. Wounds and injuries | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik (Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:13 | |||||||||
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:13 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147718 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


