Korelasi Padat Tebar Dan Kualitas Air Terhadap Kortisol Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus Fuscoguttatus X Epinephelus Lanceolatus) Pada Keramba Jaring Apung

Bintang Eka Nugraha Satria Aditama (2022) Korelasi Padat Tebar Dan Kualitas Air Terhadap Kortisol Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus Fuscoguttatus X Epinephelus Lanceolatus) Pada Keramba Jaring Apung. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
141711133158 COV.pdf

Download (638kB)
[img] Text (BAB 1)
141711133158 BAB 1.pdf

Download (228kB)
[img] Text (FULLTEXT)
141711133158.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"Kerapu Cantang merupakan hibrid yang dihasilkan dari persilangan antara ikan kerapu macan betina (E. fuscoguttatus) dan ikan kerapu kertang jantan (E. lanceolatus). Budidaya dengan keramba jaring apung merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk membudidayakan ikan kerapu cantang. Permasalahan yang timbul adalah ketidak seragaman ukuran ikan ketika panen, masalah ini dapat menyebabkan penurunan harga jual dan pemeliharaan yang cenderung lebih lama. Diduga ketidak seragaman ukuran tubuh dapat terjadi karena adanya metabolisme tubuh yang terhambat. Dugaan lain dapat terjadi karena adanya manajemen padat tebar dan kualitas air yang kurang sesuai dalam KJA. Gangguan metabolisme pada makhluk hidup dapat disebabkan karena adanya stres fisiologis dan salah satu penyebabnya dapat timbul dari kualitas air. Kualitas air erat kaitannya dengan pakan dan padat tebar karena peningkatan pakan maupun padat tebar dapat mempengaruhi penumpukan feses hingga stres penyebab pertumbuhan lambat. Padat tebar dapat mempengaruhi lingkungan budidaya terutamanya oksigen terlarut, amonia, nitrit dan nitrat. Ketika kandungan oksigen dalam perairan rendah, maka nitrit dan ammonia dapat meningkat. Lingkungan budidaya akan mempengaruhi respon primer dan sekunder ikan. Respon primer adalah perubahan keadaan oleh Central Nervous System (CNS) sehingga melepas hormon stres yakni kortisol dan katekolamin. Sedangkan respon sekunder terjadi akibat dari lepasnya hormon stres yang menyebabkan perubahan dalam darah dan jaringan kimia seperti meningkatnya kadar kortisol. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh padat tebar dan faktor kualitas air yang paling berperan penting terhadap stres ikan kerapu cantang berdasarkan indikator kadar kortisol. Pengambilan sample menggunakan metode analisis secara umum mengenai fakta yang tersedia di lapangan. Sample di ambil dari KJA di wilayah Tuban, Jawa Timur. Pengujian kortisol dilakukan menggunakan metode ELISA dengan tipe kit Bioassay Technology Laboratory E0014Fi.Parameter utama dalam penelitian ini adalah kadar kortisol ikan kerapu cantang serta parameter pendukung adalah kualitas air pada (KJA) yang meliputi pH, suhu, DO, salinitas, kecerahan, amonia, nitrat, nitrit, umur ikan, panjang dan berat ikan, padat tebar serta laju pertumbuhan harian. Data diolah menggunakan analisis uji regresi linear berganda yang berfungsi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh variabel bebas (independen) X terhadap variabel tak bebas (dependen) Y. Termasuk dalam variable independen adalah X1 (Padat tebar), X2 (nitrat), X3 (nitrit), X4 (amonia) dan yang termasuk variabel dependen yaitu kadar kortisol ikan kerapu cantang. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui hubugan antar faktor yang merupakan hubungan sebab akibat. Setelah dilakukan uji regresi, kemudian dilakukan uji (ANNOVA), untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh parameter dependen dengan independen secara signifikan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh dan korelasi yang cukup kuat antara faktor kualitas air secara simultan terhadap kadar kortisol ikan kerapu cantang di keramba jaring apung, hal tersebut dapat dilihat dari nilai R yaitu 0,546. Nilai R berkisar antara 0,4 – 0,59 menunjukan adanya hubungan yang cukup kuat. Faktor kualitas air yang paling berpengaruh adalah nitrit dengan pengaruh 19,7% terhadap kortisol serta memiliki nilai signifikansi (p< 0,05). Faktor kualitas air yang paling berpengaruh signifikan selanjutnya adalah ammonia dengan pengaruh 37,1% terhadap kortisol serta memiliki nilai signifikansi (p< 0,05). Nilai kortisol yang ditunjukan dapat diketahui bahwa ikan tidak dalam kondisi stres akibat peningkatan NO2 dan NH3 karena ikan dapat mentoleransi peningkatan tersebut. Padat tebar tidak berpengaruh signifikan terhadap kortisol karena nilai signifikansinya diatas (p>0,05, dikarenakan padat tebar yang digunakan pada KJA masih dapat ditoleransi oleh ikan sehingga tidak terjadinya peningkatan kortisol serta pertumbuhan ikan tidak terganggu akibat NO2 dan NH3 karena masih dapat ditoleransi oleh ikan. "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FPK.A.14-22 Bin k
Uncontrolled Keywords: Ikan Laut
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC401-506 River, lake, and water-supply engineering (General)
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur
Creators:
CreatorsNIM
Bintang Eka Nugraha Satria Aditama141711133158
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorLAKSMI SULMARTIWI197203021997022001
Thesis advisorSAPTO ANDRIYONO197909252008121002
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 24 Sep 2026 04:08
Last Modified: 24 Sep 2026 04:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147796
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item