LUH PUTU NEOLITA PRADNYA WINENI, - (2022) EFEK SUPLEMENTASI ZINC DAN VITAMIN C PASCAOPERASI ANASTOMOSIS KOLON PRIMER PADA KONDISI PERITONITIS (STUDI KELINCI NEW ZEALAND) (Penelitian Eksperimental Analitik). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
012015653064 HALAMAN I.pdf Download (154kB) |
|
|
Text (BAB I)
012015653064 BAB I.pdf Download (120kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
012015653064.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang dan Tujuan: Kolon memiliki resiko kebocoran anastomosis tertinggi (40%) dan meningkat 2.5 kali lipat dalam kondisi peritonitis. Dalam upaya mencegah kebocoran anastomosis kolon tersebut, diperlukan modalitas yang mendukung kualitas penyembuhan luka lebih baik. Mineral zinc memiliki fungsi menurunkan morbiditas dan mortalitas pada pasien sepsis serta penyembuhan luka anastomosis usus, begitu pula vitamin c dimana fungsinya berkaitan dengan proses penyembuhan luka dan menghasilkan integritas vaskular. Penelitian ini meneliti efek pemberian suplementasi zinc dan vitamin c harian terhadap kelinci kondisi peritonitis yang dilakukan anastomosis kolon. Metodologi Penelitian: Sebanyak 36 kelinci New Zealand dilakukan induksi peritonitis, 5 jam setelahnya dilaparotomi cuci cavum abdomen dan anastomosis kolon. Kemudian kelinci di bagi menjadi 2 kelompok, 18 kelinci diberikan sirup Zinc dan vitamin C setiap hari dan 18 kelinci lain diberikan normal saline (tanpa Zinc dan vitamin C). Pada hari ke-6 pasca operasi, kelinci diterminasi dan kemudian diambil jaringan pada anastomosis kolon untuk diperiksa skor histologi penyembuhan luka anastomosis (kepadatan kolagen, neovaskularisasi, dan fibroblas). Hasil: Terdapat perbedaan bermakna penyembuhan anastomosis dipandang dari pemeriksaan skor histologis (kepadatan kolagen ? = 0.00, p < 0.05; Neovascularisation ? = 0.00, p < 0.05; Fibroblas, ? = 0.00, p < 0.05). Secara umum studi ini menjelaskan adanya hubungan antara pemberian zinc dan vitamin c dengan penyembuhan luka anastomosis kolon dalam kondisi peritonitis. Kesimpulan dan Saran: Terdapat perbedaan bermakna pada skor penyembuhan luka secara histologis (kepadatan kolagen, neovaskularisasi, fibroblas) pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 50 - 23 Luh e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Keywords: Colon, Anastomotic, Peritonitis, Zinc, Vitamin C | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 12:22 | |||||||||
| Last Modified: | 25 Sep 2026 12:22 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147912 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


