GENTI DWI LESTARI (2022) DILEMA PENGOLAHAN LAHAN PERTANIAN Studi Pada Kelompok Sosial Petani Porang Lintas Usia di Desa Pupus Ponorogo. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811433025_HALAMAN JUDUL.pdf Download (218kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811433025_BAB I.pdf Download (187kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811433025_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Tanaman porang merupakan salah satu dari 200 spesies tanaman Amorphophallus. Dari jenis umbi tersebut hanya ada tiga jenis yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Yakni porang, suweg dan iles-iles. Tanaman porang mulai banyak dikembangkan di Desa Pupus dalam sepuluh tahun terakhir. Secara alami, tanaman porang setiap tahun telah meningkatkan jumlah bibit, ini adalah morfologi unik dari tanaman porang. Tanaman porang juga memiliki nilai jual yang tinggi, namun dalam lima tahun terakhir terjadi siklus pasang surut nilai jual tanaman porang. Hal ini membuat petani dari kelas bawah hingga atas mengalami dilema pengolahan lahan pertanian. Metode penelitian yang digunakan peneliti untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan untuk menganalisis fenomena sosial ini adalah teori patron-klien oleh Scott dan Popkin. Lokasi penelitian ini berada di lahan pertanian dan juga di rumah informan yang terletak di Desa Dukuh Pupus Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan informan menggunakan teknik purposive, dari teknik penentuan informan ini peneliti mendapatkan lima informan. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipator dan juga studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategorisasi dilema pengelolaan lahan pertanian pada kelompok sosial petani porang lintas usia, yaitu sebagai berikut: pertama dilema pengolahan lahan pertanian pada kelompok sosial petani porang dari kelas ekonomi menengah dan kedua dilema yang dialami oleh kelompok sosial petani porang dari kelas ekonomi menengah ke atas. Pembentukan kelompok ini merupakan solusi atas dilema pengolahan lahan yang dialami petani porang dari kelas menengah hingga kelas menengah nasional. Sistem pengolahan lahan patron-klien secara bergantian dalam kelompok sosial petani porang lintas umur ini berbeda dengan konsep patron-klien oleh Scott.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.S 145 - 23 Gen d | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | client patron, land processing dilemma, social group, porang, | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN41-46 Community centers. Social centers |
||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 06:36 | ||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 06:36 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147988 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


