KIKI NIRMAWATI (2022) Efek Samping Hematologi pada Pasien Limfoma Non-Hodgkin Diffuse Large B-Cell Lymphoma yang Mendapat Kemoterapi RCHOP. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011718026306_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
011718026306_BAB I.pdf Download (467kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011718026306_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Limfoma non-Hodgkin DLBCL adalah jenis yang paling umum dari LNH, meskipun jenis agresif namun sebagian besar kasus berespons baik dengan pemberian kemoterapi standar RCHOP. Selain tingkat kelangsungan hidup pasien LNH DLBCL telah meningkat sejak era RCHOP, efek samping terkait pengobatan juga meningkat, diantaranya efek samping hematologi. Upaya untuk meminimalkan morbiditas dan mortalitas terkait pengobatan adalah salah satu masalah yang penting dalam mengobati pasien LNH DLBCL. Pada penelitian sebelumnya efek samping yang sering ditemui pada pasien yang mendapat kemoterapi RCHOP adalah anemia, neutropenia, dan trombositopenia. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis efek samping hematologi pada pasien LNH DLBCL yang mendapat kemoterapi RCHOP. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis pasien LNH DLBCL yang mendapat kemoterapi RCHOP. Sampel penelitian diambil secara total sampling, data dari rekam medik yang dicatat adalah kadar Hb, neutrofil, dan trombosit pasien pascakemoterapi RCHOP. Hasil: Dari 50 subjek penelitian, Sebagian besar subjek berusia 46-60 tahun (52%), jenis kelamin laki-laki (64%), skor ECOG 0-1 (94%), skor IPI ? 2 (82%), stadium I-II (42%) dan tanpa komorbid (88%). Didapatkan ESO hematologi paling banyak adalah anemia (54%), kemudian neutropenia (28%), dan trombositopenia (6%). Efek samping hematologi didapatkan paling banyak pada siklus ke-1. Efek samping hematologi paling tinggi didapatkan pada laki-laki (anemia 70,4%; neutropenia 57,1%; trombositopenia 66,7%). Berdasarkan usia, ESO hematologi anemia paling banyak pada usia 46-60 tahun (48,1%), sedangkan neutropenia (50%) dan trombositopenia (66,7%) paling banyak pada usia > 60 tahun. Berdasarkan skor ECOG, ESO hematologi paling tinggi pada skor ECOG 0-1 (anemia 92,6%; neutropenia 85,7%; trombositopenia 66,7%). Berdasarkan skor IPI, ESO hematologi paling tinggi pada skor IPI ? 2 (anemia 77,8%; neutropenia 78,6%; trombositopenia 66,7%). Berdasarkan stadium Ann Arbor dan keterlibatan ekstranodal, secara umum ESO hematologi didominasi kelompok stadium III-IV (anemia 40,7%; neutropenia 50%), sedangkan trombositopenia paling banyak didapatkan pada kelompok stadium I-II (33,3%). Berdasarkan komorbid, ESO hematologi didominasi pada kelompok pasien tanpa komorbid (anemia 92,6%; neutropenia 85,7%; trombositopenia 66,7%). Kesimpulan: Pada pasien LNH DLBCL yang mendapat kemoterapi RCHOP berisiko terjadi ESO hematologi, dimana paling banyak yaitu anemia, kemudian neutropenia, dan trombositopenia. Bentuk ESO hematologi paling banyak terjadi pada laki-laki, usia tua, skor ECOG 0-1, skor IPI ? 2, stadium lanjut (III-IV), dan tanpa komorbid.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PD 26 - 23 Kik e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | anemia, neutropenia, trombositopenia, RCHOP, DLBCL | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 04:22 | |||||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 04:22 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148006 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


