HUBUNGAN ANTARA KADAR 25(OH)D PADA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS GESTASIONAL .

WIDHI SUSANTO (2022) HUBUNGAN ANTARA KADAR 25(OH)D PADA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS GESTASIONAL . Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
012015653078_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (170kB)
[img] Text (BAB I)
012015653078_BAB I.pdf

Download (41kB)
[img] Text (FULLTEXT)
012015653078_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

ABSTRAK Hubungan Antara Kadar 25(OH)D Pada Kehamilan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Gestasional Widhi Susanto1, Budi Prasetyo2 , Hermanto Tri Joewono2 1,2 Departemen/SMF Obstetri Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia Tujuan: Menganalisis hubungan antara kadar 25 (OH)D pada kehamilan dengan kejadian diabetes mellitus gestasional. Menganalisis hubungan antara kadar 25 (OH)D pada kehamilan dengan kadar OGCT 50g dan OGTT 100 g puasa, 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Metode: Studi Observasional Analitik dalam bentuk unmatching hospital-based case-control dengan sampel wanita hamil dengan DMG sebagai kelompok kasus (31 sampel) dan kehamilan dengan normoglikemia sebagai kelompok kontrol (31 sampel), sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kemudian dilakukan pemeriksaan kadar OGCT 50g, OGTT 100g Puasa, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan kadar 25(OH)D serum. Hasil: Rerata kadar 25(OH)D serum pada kelompok kontrol sebesar 28,9 + 9,10 ng/mL dan DMG 14,7 + 4,09 ng/mL. Didapatkan hubungan yang bermakna antara kadar 25(OH)D dengan kejadian DMG (p=0,001). Dan bila datanya dikelompokkan menjadi kadar defisiensi dan tidak defisiensi dihubungkan dengan kejadian DMG, didapatkan nilai OR = 11,94 dengan 95%CI (3.11-45.73). Dapat diartikan defisiensi 25(OH)D 11,94 x lipat meningkatkan risiko terjadinya DMG. Didapatkan hubungan yang bermakna antara kadar 25(OH)D dengan Kadar OGCT 50 g (p=0,001). Hasil Analisis hubungan antara kadar 25(OH)D dengan kadar OGTT 100g puasa p=0,747, OGTT 100g 1jam p=0,148, OGTT 100g 2 jam p=1,000, OGTT 100g 3jam p=0,469. Sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar 25(OH)D dengan kadar OGTT 100g puasa, 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Kesimpulan: Kadar 25(OH)D serum berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus Gestasional, Kadar 25(OH)D serum berhubungan dengan Kadar OGCT 50g, Kadar 25(OH)D serum tidak berhubungan dengan kadar OGTT 100g puasa, 1 jam, 2 jam, dan 3 jam Kata kunci: Diabetes mellitus gestasional, Vitamin D (25OH)D, Kehamilan

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK T.FK.KK 203 - 23 Wid h
Uncontrolled Keywords: Gestational diabetes mellitus, Vitamin D (25OH)D, Pregnancy
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG551-591 Pregnancy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik
Creators:
CreatorsNIM
WIDHI SUSANTONIM012015653078
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBUDI PRASETYONIDN0003057605
Thesis advisorHERMANTO TRI JOEWONONIDN8817900016
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 28 Sep 2026 07:04
Last Modified: 28 Sep 2026 07:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148019
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item