Efikasi dan Keamanan Blokade Erector Spinae Plane Terhadap Nyeri, Durasi Analgesia Rescue, Kebutuhan Opioid Pasca Operasi dan Toksistas Sistemik Anestesi Lokal pada Pasien Pediatri: Tinjauan SistematisKualitatif dan Kuantitatif

MAHENDRATAMA PURNAMA ADHI (2022) Efikasi dan Keamanan Blokade Erector Spinae Plane Terhadap Nyeri, Durasi Analgesia Rescue, Kebutuhan Opioid Pasca Operasi dan Toksistas Sistemik Anestesi Lokal pada Pasien Pediatri: Tinjauan SistematisKualitatif dan Kuantitatif. Other thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
011819019302_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (174kB)
[img] Text
011819019302_BAB I.pdf

Download (46kB)
[img] Text
011819019302_FULLTEXT.pdf

Download (2MB)
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Sejumlah laporan kasus dan penelitian menunjukkan bahwa blokade erector spinae plane (ESP) pada pediatri dapat mengurangi nyeri dan konsumsi opioid pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis efikasi dan keamanan blokade ESP pada pediatri. Penelitian ini memasukkan studi RCT, non RCT, serial kasus dan laporan kasus blokade ESP pada pediatri yang bersumber dari data base Pubmed, Cochrane library, Google scholar, ClinicalTrialGov dengan rentang waktu hingga tahun 2021. Nilai skala nyeri dalam 24 jam pasca operasi, durasi waktu kebutuhan analgesia rescue, konsumsi opioid kumulatif pasca operasi dan toksisitas anestesi lokal merupakan outcome utama yang diperoleh dari sintesis kuantitatif pada studi RCT. Sintesis kualitatif dilakukan untuk mengetahui teknik blokade ESP, regimen anestesi lokal, tipe pembedahan, serta komplikasi terkait blokade ESP dengan panduan ultrasonografi. Risiko bias dari tiap studi dan kualitas bukti akan dinilai dan dianalisis. Dari 185 artikel, 37 artikel memenuhi kriteria untuk sintesis kualitatif dan 6 di antaranya dilakukan sintesis kuantitatif. Pada blokade ESP, nilai skala nyeri pasca operasi lebih rendah pada jam ke 0 (SMD:-0,95; 95% CI:-1,26,-0,64; P<0,00001; I2=0%, kepastian bukti rendah), jam ke 3-4 (SMD:-1.5; 95% CI:-2,63,-0,38; P=0,009; I2=91%, kepastian bukti sangat rendah), jam ke 6 (SMD:-1.05; 95% CI:-1,41,-0,69; P<0,00001; I2=23%, kepastian bukti rendah), durasi waktu kebutuhan analgesia rescue lebih lama (SMD:4.86; 95% CI:3.17, 6,54; P< 0,0000; I2 = 87%, kepastian bukti sangat rendah), konsumsi opioid kumulatif pasca operasi lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan tanpa blokade. Tidak terdapat toksisitas sistemik anestesi lokal. Blokade ESP pada pediatri dilakukan setelah pasien teranestesi, dengan posis lateral decubitus. Regimen anestesi lokal yang sering digunakan adalah bupivacaine plain 0,25% dengan volume 0,4-0,45 ml/kg. Blokade ESP dengan panduan USG memiliki keamanan dari risiko komplikasi dan dapat dilakukan pada berbagai tipe pembedahan. Blokade ESP sebelum insisi pembedahan pada pasien pediatri dapat mengurangi nyeri hingga 6 jam pasca operasi, memperpanjang durasi waktu kebutuhan analgesia rescue, mengurangi konsumsi kumulatif opioid pasca operasi dibandingkan dengan tanpa blokade. Namun, luaran hasil dari meta-analisis ini memiliki kualitas bukti yang sangat rendah hingga rendah.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK Sp.Fk.AT 07 - 23 MAH e
Uncontrolled Keywords: erector spinae plane block, opioid, pediatric, postoperative pain.
Subjects: R Medicine > RD Surgery > RD520-599.5 Surgery by region, system, or organ
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsNIM
MAHENDRATAMA PURNAMA ADHINIM011819019302
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 28 Sep 2026 07:30
Last Modified: 28 Sep 2026 07:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148026
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item